Al-Qur’an: Makna Nama dan Pesan Literasi Ilahiyah
7 months ago
26 views

Secara penamaan, Al-Qur’an mengandung makna yang luas dan dalam bagi manusia. Kata Qur’an sendiri bermakna suatu kegiatan yang berorientasi pada pengumpulan informasi, penelitian, hingga pemvalidasian data, untuk kemudian menghasilkan sebuah kesimpulan.

Dari namanya saja, Al-Qur’an telah memberikan pelajaran penting: bahwa manusia dituntun untuk selalu mengedepankan informasi, memperkaya literasi, dan berhati-hati dalam berpikir agar tidak terjebak pada kesalahan persepsi.

Tidak mengherankan bila wahyu pertama yang diturunkan Allah adalah firman-Nya: اقرأ (iqra’) — bacalah. Perintah membaca di sini mengandung dua dimensi:

1. Membaca dan merenungi ciptaan Allah.

Hal ini bertujuan agar manusia mampu mengenali dan mengakui keberadaan Tuhan secara absolut melalui tanda-tanda penciptaan.

2. Membaca tulisan yang ditorehkan tangan manusia.

Yaitu membaca dan memahami ilmu yang bersumber dari wahyu, hadis Nabi, serta berbagai hasil karya intelektual yang berlandaskan kebenaran.

Dari paparan ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan membaca seharusnya dimulai dengan perenungan terhadap eksistensi Tuhan. Sebab, secara fitrah, akal manusia akan mudah menerima keberadaan-Nya. Setelah itu, barulah membaca karya dan tulisan manusia.

Sayangnya, ketika urutan ini terbalik, lahirlah kesalahpahaman. Konsep yang salah tentang Tuhan justru melahirkan stigma buruk terhadap-Nya, hingga terbentuklah kelompok-kelompok yang menolak keberadaan Tuhan, seperti ateis dan agnostik.

Dengan demikian, Al-Qur’an bukan hanya kitab petunjuk, tetapi juga panggilan untuk menghidupkan budaya membaca, meneliti, dan merenung. Semua itu bermuara pada pengakuan akan keberadaan Allah serta penjagaan akal dari kesesatan berpikir.

Wallahu a‘lam.

0 Comments

Login untuk memberikan komentar positif
Belum ada komentar
Artikel Terbaru Riza Ashfari Mizan