Alquran Membaca atau Hafalan
Assalamu'alaikum Ustadz.
Semoga kita sll dlm keberkahanNYA.
Mhn pencerahan.
Tothepoint aja.
Ttg pengertian 'membaca AQ' apakah dg melihat mushaf. Iqra diartikan membaca, bknkah itu mengucapkan.
Bgmn dg dzikir ayat/surah yg kita hafal.
Lbh utama mana hafalan atau dg mushaf.
Syukran.
Wassalam.
Jadi J, Dps 20260803
UFB menjawab
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada kita semua.
Jawaban ringkasnya adalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan "membaca Al-Qur'an"?
Secara bahasa, kata اقرأ (iqra') berarti bacalah, yaitu melafalkan bacaan, baik dari tulisan maupun dari hafalan.
Allah Ta'ala berfirman:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
"Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang menciptakan."
(QS. Al-'Alaq: 1)
Maka seseorang dikatakan membaca Al-Qur'an apabila ia melafalkan ayat-ayat Al-Qur'an, baik dengan melihat mushaf maupun dari hafalannya.
2. Apakah membaca dari hafalan juga disebut membaca Al-Qur'an?
Ya, tentu.
Dalilnya adalah sabda Nabi ﷺ:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا...
"Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh."
(HR. At-Tirmidzi no. 2910, dinilai hasan shahih)
Hadis ini bersifat umum, mencakup orang yang membaca dari mushaf maupun dari hafalan.
3. Bagaimana jika hanya berdzikir dengan ayat atau surat yang dihafal?
Apabila seseorang melafalkan ayat Al-Qur'an yang dihafalnya dengan niat membaca Al-Qur'an, maka ia mendapatkan pahala tilawah.
Namun apabila ayat tersebut dibaca sebagai doa atau dzikir pada tempat yang memang diajarkan syariat, maka ia memperoleh pahala sesuai niat dan amalnya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
"Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
4. Mana yang lebih utama: membaca dari hafalan atau dari mushaf?
Para ulama Salaf menjelaskan bahwa tidak ada dalil yang menetapkan secara mutlak salah satunya lebih utama. Yang lebih utama adalah yang lebih menghadirkan hati, lebih khusyuk, lebih tadabbur, dan lebih sedikit kesalahannya.
رحمه الله berkata bahwa jika membaca dari mushaf lebih menghadirkan kekhusyukan dan tadabbur, maka itu lebih utama. Sebaliknya, jika membaca dari hafalan lebih khusyuk dan lebih lancar, maka itu lebih utama.
Demikian pula menjelaskan bahwa keutamaan bergantung pada keadaan orang yang membaca.
5. Mana yang sebaiknya dibiasakan?
Yang paling baik adalah menggabungkan keduanya:
Membaca dari mushaf agar terjaga ketelitian bacaan, sering melihat mushaf, dan memudahkan tadabbur.
Membaca dari hafalan untuk menjaga hafalan agar tidak hilang dan memperbanyak tilawah di berbagai keadaan.
Allah Ta'ala berfirman:
الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ
"Orang-orang yang telah Kami beri Kitab, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenar-benarnya."
(QS. Al-Baqarah: 121)
Yang dimaksud haqqa tilawatih menurut para ulama Salaf adalah membaca dengan benar, menghayati maknanya, mengamalkan isi kandungannya, dan menjauhi larangannya.
Kesimpulan:
Membaca Al-Qur'an dapat dilakukan dari mushaf maupun dari hafalan, dan keduanya termasuk tilawah Al-Qur'an.
Tidak ada dalil sahih yang menyatakan salah satunya selalu lebih utama.
Yang lebih utama adalah bacaan yang lebih khusyuk, lebih benar, lebih mentadabburi maknanya, dan lebih bermanfaat bagi hati.
Seorang Muslim dianjurkan membiasakan keduanya agar memperoleh manfaat yang sempurna: menjaga hafalan sekaligus menjaga interaksi dengan mushaf.
Wallahu a'lam bish-shawab.