Ayaaah!! jangan merasa cukup menjadi saleh
6 hours ago
9 views

Ada satu pelajaran penting dalam Al-Qur’an yang sering luput dari perhatian kita yaitu kesalehan seorang ayah tidak berhenti pada dirinya sendiri, tetapi bisa menjadi penjaga bagi anak-anaknya. Sebaliknya, keadaan anak juga dapat menjadi ujian besar bagi orang tuanya. Karena itu, hubungan antara ayah dan anak dalam Islam bukan hubungan biasa. Ia menyentuh akidah, pendidikan, dan nasib akhirat sekaligus.

Dalam sebuah riwayat disebutkan:
“كل مولود يولد على الفطرة”
setiap anak dilahirkan di atas fitrah.

Maknanya, anak datang ke dunia dalam keadaan suci dan siap menerima arah. Di fase inilah peran orang tua sangat besar. Ayah dan ibu menjadi penentu pertama bagi arah tumbuhnya seorang anak. Jika mereka menjaga agama dan akhlaknya, maka anak pun lebih dekat kepada kebaikan.

Namun, ketika anak beranjak dewasa, pengaruh itu tidak berhenti di masa kecil. Anak yang sudah besar juga bisa menjadi sebab baik atau buruk bagi orang tuanya. Bahkan, kadang orang tua justru diuji melalui anak-anaknya.

Di sinilah Al-Qur’an memberi peringatan yang sangat halus tetapi dalam,
وَأَمَّا الْغُلَامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا [الكهف: 80]
Ayat ini menunjukkan bahwa seorang anak bisa membawa orang tuanya kepada kesulitan besar dalam agama jika ia tumbuh tanpa penjagaan iman. Karena itu, keselamatan akidah harus dijaga terus-menerus. Tidak cukup seorang ayah saleh hanya pada masa kecil anak. Kesalehan itu harus dipelihara sampai akhir hayat.

Di sinilah menariknya kisah yang disebut setelah ayat itu.

Allah berfirman:
وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ [الكهف: 82]
Ayat ini memberi harapan yang sangat besar. Bahwa kesalehan seorang ayah tidak hilang sia-sia. Allah dapat menjaganya, bahkan setelah ia wafat, dengan menjaga anak-anaknya. Inilah salah satu bentuk rahmat Allah kepada hamba yang bertakwa.

Maka jalan keselamatan yang paling kuat adalah takwa kepada Allah. Takwa bukan hanya ibadah personal, tetapi juga penjagaan diri dari segala yang mengundang murka-Nya. Orang yang bertakwa menjaga dirinya hari ini, sekaligus memikirkan masa depannya di akhirat. Dan ternyata, takwa tidak hanya membuahkan pahala di sana, tetapi juga kebaikan di dunia.

Salah satu bentuk ganjaran dunia bagi orang saleh adalah dijaganya keturunan mereka. Allah menjaga anak-anaknya dari keburukan, menutup aib keluarganya, dan memudahkan kebaikan tetap mengalir walau ia telah wafat. Bahkan, bisa jadi seseorang diwafatkan dalam keadaan iman, dijaga harta peninggalannya, dan dipelihara keluarganya dari jalan yang buruk. Semua itu termasuk آثار kesalehan yang Allah berikan sebagai rahmat.

Karena itu, seorang ayah tidak boleh merasa cukup hanya menjadi saleh untuk dirinya sendiri. Ia harus terus menjaga keimanan, akhlak, dan rumah tangganya. Sebab anak bukan hanya cermin, tetapi juga amanah. Dan amanah ini tidak selesai dalam satu masa. Ia terus berjalan sampai seorang ayah kembali kepada Allah.

0 Comments

Login untuk memberikan komentar positif
Belum ada komentar
Artikel Terbaru Riza Ashfari Mizan