Surah Hud penyebab Nabi ﷺ beruban?
Assalamualaikum Pak Ustadz..semoga Ustadz selalu dlm lindunganNYA...aamiin...ijin saya bertanya :
Dalam Surah Al-Hud disebutkan bahwa Rasulullah berUban dikarenakan Surat Al-Hud dan saudara-saudaranya, yaitu Surah Al-Waqi'ah, Al-Mursalat, dan Surah An-Naba'.
Pertanyaannya… mengapa surah-surah itu membuat Rasulullah berUban? Apakah ada rahasia berat di dalamnya atau ada makna yang terkandung dalam kata BerUban? Mohon penjelasannya, Pak Ustadz. Agar tidak terjadi salah penafsiran, bila seseorang membaca surah-surah tersebut, bisa beruban secara harfiah.
Sebelumnya, terima kasih, Ustadz, atas penjelasannya.
Wassalamu alaikum War.Wab.
Ibu S, Dps 20260420
UFB menjawab
Wa’alaikumussalām warahmatullāhi wabarakātuh.
Bismillāh, semoga Allah memberi kita pemahaman yang lurus.
1. Benarkah Nabi ﷺ beruban karena surat-surat tertentu?
Ada riwayat yang masyhur, Nabi ﷺ bersabda:
شَيَّبَتْنِي هُودٌ وَأَخَوَاتُهَا
“Telah membuatku beruban (surah) Hūd dan saudara-saudaranya.”
(HR. At-Tirmidzi dan selainnya; dinilai hasan oleh sebagian ulama)
Dalam sebagian riwayat disebutkan “saudara-saudaranya” seperti: Al-Wāqi‘ah, Al-Mursalāt, ‘Amma (An-Naba’), dan At-Takwīr.
2. Apa maksud “membuat beruban”?
Para ulama Salaf menjelaskan bahwa ini bukan makna harfiah semata, tapi menunjukkan beratnya kandungan perintah dan ancaman dalam surat-surat tersebut.
Di antara penjelasan yang sangat terkenal adalah bahwa ayat ini:
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ
“Maka istiqamahlah engkau sebagaimana diperintahkan, dan (juga) orang-orang yang bertaubat bersamamu.”
(QS. Hūd: 112)
Ayat ini sangat berat, karena:
Perintah istiqāmah (teguh di atas kebenaran) tanpa menyimpang sedikit pun
Berlaku bukan hanya untuk Nabi ﷺ, tapi juga umatnya
Istiqamah itu mencakup seluruh agama: akidah, ibadah, akhlak
Sebagian ulama Salaf berkata bahwa tidak ada ayat yang lebih berat bagi Nabi ﷺ daripada ayat ini.
3. Kandungan berat dalam surat-surat tersebut
Surah Hūd dan yang disebut “saudara-saudaranya” memiliki kesamaan tema:
a. Ancaman hari kiamat
فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَىٰ
“Maka apabila datang bencana yang besar (hari kiamat)...”
(QS. An-Nāzi‘āt: 34)
عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ • عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ
"Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya,
Tentang berita yang besar (hari kebangkitan)."
(QS. An-Naba’: 1–2)
b. Kisah kehancuran umat terdahulu
Dalam Surah Hūd banyak disebut:
Kaum Nūh
‘Ād
Tsamūd
Kaum Lūth
Semua dihancurkan karena kekufuran.
c. Perintah istiqamah dan tanggung jawab dakwah
Ini yang paling berat—bukan sekadar tahu kebenaran, tapi harus konsisten dan menyampaikan, di tengah penolakan manusia.
4. Kenapa itu membuat Nabi ﷺ “beruban”?
Karena Nabi ﷺ:
Paling memahami makna ayat-ayat tersebut
Paling takut kepada Allah
Memikul amanah terbesar (risalah)
Allah berfirman:
إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا
“Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.”
(QS. Al-Muzzammil: 5)
Maka “beruban” di sini adalah: ➡️ Ungkapan tentang beratnya beban, rasa takut, dan kesungguhan dalam menjalankan perintah Allah
5. Apakah kalau kita baca surat itu bisa beruban?
Tidak demikian.
Tidak ada dalil bahwa:
Membaca Surah Hūd atau lainnya → menyebabkan uban secara fisik
Makna hadits bukan itu.
Yang benar: ➡️ Seharusnya ayat-ayat itu membuat hati kita “berat” (takut, sadar, tunduk), bukan rambut kita yang berubah.
6. Pelajaran penting (sesuai manhaj Salaf)
Istiqamah itu sangat berat → butuh kesungguhan seumur hidup
Takut kepada Allah adalah tanda iman
Al-Qur’an itu “berat” bagi orang yang memahami, tapi ringan di lisan
Jangan memahami hadits secara literal jika sudah dijelaskan oleh para ulama
Penutup
Jadi, maksud Nabi ﷺ “beruban” karena Surah Hūd dan yang semisalnya adalah: ➡️ karena beratnya kandungan perintah istiqamah, ancaman akhirat, dan tanggung jawab dakwah, bukan karena efek bacaan secara fisik.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang istiqamah.
Wallāhu a‘lam.
Wassalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Akhukum filLah
Ustadz Fauzi Basulthana