City Tour Madinah Munawwarah
Dua Masjid yang Disyariatkan untuk Dikunjungi dan Tiga Kuburan yang Disunnahkan Diziarahi
Berdasarkan Al-Qur'an, As-Sunnah, dan Pemahaman Salafus Shalih
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.
Pendahuluan
Ketika berada di Madinah, terdapat beberapa tempat yang disyariatkan untuk dikunjungi. Perlu dipahami bahwa ibadah hanya dilakukan berdasarkan dalil, bukan karena tradisi atau kebiasaan.
Syaikhul Islam menjelaskan bahwa tidak ada tempat di Madinah yang disyariatkan untuk dikunjungi dengan tujuan ibadah kecuali yang memiliki dalil dari Nabi ﷺ.
I. Dua Masjid yang Disyariatkan Dikunjungi
1. Masjid Nabawi
Sejarah Singkat
Masjid Nabawi dibangun oleh Rasulullah ﷺ segera setelah hijrah ke Madinah pada tahun pertama Hijriyah.
Beliau sendiri ikut mengangkat batu-batu pembangunan masjid bersama para sahabat.
Masjid ini menjadi:
pusat ibadah
pusat pemerintahan Islam
tempat pendidikan
tempat musyawarah
tempat menerima tamu
markas jihad
Keutamaan
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ
الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِي هَذَا، وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَى
"Tidak boleh melakukan perjalanan khusus untuk beribadah kecuali menuju tiga masjid: Masjidil Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjid Al-Aqsha."
(HR. al-Bukhari no. 1189, Muslim no. 1397)
Pahala Shalat
Rasulullah ﷺ bersabda:
صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ
"Satu shalat di masjidku lebih utama daripada seribu shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram."
(HR. al-Bukhari dan Muslim)
Raudhah
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ
"Antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga."
(HR. al-Bukhari)
Makna menurut para ulama Salaf:
tempat yang penuh rahmat
tempat mustajab untuk ibadah
bukan berarti benar-benar potongan surga saat ini menurut pendapat yang paling kuat.
2. Masjid Quba
Sejarah Singkat
Masjid pertama yang dibangun Rasulullah ﷺ ketika hijrah.
Allah berfirman:
لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ
"Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama lebih berhak engkau shalat di dalamnya."
QS. At-Taubah:108
Banyak ulama tafsir menjelaskan ayat ini mencakup Masjid Quba, sedangkan dalam hadis sahih Nabi ﷺ juga menyebut Masjid Nabawi sebagai masjid yang dibangun di atas takwa. Tidak ada pertentangan, karena keduanya dibangun di atas takwa.
Keutamaan
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءَ فَصَلَّى فِيهِ صَلَاةً كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ
"Barangsiapa bersuci dari rumahnya kemudian datang ke Masjid Quba lalu shalat di sana, maka baginya pahala seperti umrah."
(HR. Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah; dinyatakan sahih oleh banyak ulama)
Yang dimaksud adalah pahala seperti umrah, bukan menggugurkan kewajiban atau menggantikan umrah yang sebenarnya.
II. Tiga Kuburan yang Disunnahkan Diziarahi
Tujuan Ziarah Kubur
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ، فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْآخِرَةَ
"Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, sekarang berziarahlah karena ia mengingatkan kepada akhirat."
(HR. Muslim)
Tujuan utama:
mengingat kematian
mendoakan kaum muslimin
mengambil pelajaran
Bukan:
meminta kepada penghuni kubur
bertawassul kepada mayit
mencari berkah kuburan
mengusap kuburan
thawaf kuburan
Semua itu tidak pernah dicontohkan Nabi ﷺ.
1. Makam Rasulullah ﷺ dan Dua Sahabatnya
Di tempat ini dimakamkan:
Rasulullah ﷺ
Abu Bakar Ash-Shiddiq
Umar bin Al-Khattab
Adab
Mengucapkan salam:
السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللهِ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Kemudian memberi salam kepada Abu Bakar dan Umar.
Tidak:
mengusap dinding
mencium pagar
berdoa menghadap kubur
meminta syafaat langsung kepada Nabi ﷺ
Berdoa hendaknya menghadap kiblat.
2. Jannatul Baqi'
Sejarah
Merupakan pemakaman utama kaum muslimin Madinah sejak zaman Rasulullah ﷺ.
Di sana dimakamkan ribuan sahabat, di antaranya:
Utsman bin Affan:
banyak istri Nabi ﷺ (selain Khadijah binti Khuwailid yang dimakamkan di Makkah)
para tabi'in
keluarga Rasulullah ﷺ
Doa Ziarah
Rasulullah ﷺ mengajarkan:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ، نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
(HR. Muslim)
3. Makam Syuhada Uhud
Di sini dimakamkan sekitar 70 syuhada Perang Uhud.
Yang paling terkenal adalah:
Hamzah bin Abdul Muthalib
Mus'ab bin Umair
Abdullah bin Jahsy
Nabi Menziarahi Syuhada Uhud
Ibnu Umar رضي الله عنه meriwayatkan:
Nabi ﷺ mendatangi syuhada Uhud dan mendoakan mereka.
(HR. al-Bukhari)
Beliau juga bersabda:
أَنَا شَهِيدٌ عَلَيْهِمْ
"Aku menjadi saksi bagi mereka."
(HR. al-Bukhari)
Bagaimana Cara Beribadah Saat Berziarah Kubur?
Yang disyariatkan:
Mengucapkan salam.
Mendoakan penghuni kubur.
Mengingat kematian.
Mengambil pelajaran.
Tidak berlama-lama tanpa kebutuhan.
Yang tidak disyariatkan:
shalat menghadap kuburan
thawaf kuburan
mencium pagar
mengusap batu nisan
mengambil tanah kuburan
meminta berkah
bernazar kepada penghuni kubur
meminta hajat kepada Nabi ﷺ atau para sahabat yang telah wafat
Rasulullah ﷺ bersabda:
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَنًا يُعْبَدُ
"Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburku sebagai berhala yang disembah."
(HR. Ahmad, dinilai hasan oleh para ulama)
Apakah Ada Keutamaan Khusus dari Kuburan-Kuburan Tersebut?
Keutamaannya adalah:
Di makam Rasulullah ﷺ terdapat manusia terbaik dan dua khalifah terbaik dari umat ini.
Jannatul Baqi' adalah pemakaman para sahabat dan keluarga Nabi ﷺ.
Syuhada Uhud adalah tempat dimakamkannya para syuhada yang dipuji oleh Rasulullah ﷺ.
Namun tidak terdapat dalil sahih yang menyatakan adanya pahala khusus hanya karena mengunjungi kuburan-kuburan tersebut, selain pahala umum ziarah kubur yang disyariatkan: mengingat akhirat, mendoakan kaum muslimin, dan mengikuti sunnah Nabi ﷺ. Oleh karena itu, jangan meyakini adanya keberkahan khusus dari tanah, bangunan, pagar, atau benda-benda di sekitar kuburan.
Penutup
City tour di Madinah hendaknya menjadi sarana untuk:
Menghidupkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya.
Meneladani perjuangan mereka dalam menegakkan Islam.
Menghidupkan sunnah dalam beribadah sesuai tuntunan Nabi ﷺ.
Menghindari segala bentuk ghuluw (berlebihan) terhadap tempat-tempat bersejarah.
Semoga Allah menjadikan ziarah ke Madinah sebagai sebab bertambahnya iman, ilmu, dan ittiba' kepada sunnah Rasulullah ﷺ di atas pemahaman para Salafus Shalih. Aamiin.