Kajian City Tour seputar Mekkah :
Jabal Rahmah, Arafah, Muzdalifah, Mina dan Kaitannya dengan Nabi Adam, Nabi Ibrahim, serta Haji Wada'
(Berdasarkan Al-Qur'an, Hadis Sahih, dan Pemahaman Ulama Salaf)
Pendahuluan
Di sekitar Masjidil Haram terdapat beberapa tempat yang menjadi bagian dari syiar haji, yaitu:
Jabal Rahmah di Arafah
Muzdalifah
Mina
Jamarat
Seorang muslim wajib membedakan antara:
peristiwa yang benar berdasarkan Al-Qur'an dan hadis sahih, dan
kisah-kisah populer yang tidak memiliki dalil sahih.
Inilah metode para ulama Salaf dalam menerima berita.
Allah berfirman:
﴿وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ﴾
"Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya." (QS. Al-Isra': 36)
I. Jabal Rahmah
Jabal Rahmah adalah bukit kecil yang berada di Padang Arafah.
Tinggi sekitar 65 meter.
Di puncaknya terdapat tugu putih yang dibangun pada masa belakangan.
Perlu diketahui:
Tidak ada hadis sahih yang memerintahkan naik ke Jabal Rahmah.
Rasulullah ﷺ ketika wukuf tidak naik ke atas bukit, tetapi berada di kaki Jabal Rahmah.
Hadis sahih:
عَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه قال:
فَوَقَفَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عِنْدَ الصَّخَرَاتِ
"Rasulullah berhenti (wukuf) di dekat batu-batu besar."
(HR. Muslim no. 1218)
Karena itu para ulama menjelaskan:
tidak disyariatkan naik ke puncaknya,
tidak ada doa khusus,
tidak ada shalat khusus,
tidak boleh mengusap batu-batunya untuk mencari berkah.
II. Apakah Nabi Adam dan Hawa Bertemu di Jabal Rahmah?
Ini adalah kisah yang sangat populer.
Namun:
Tidak ada satu hadis sahih pun yang menyatakan Nabi Adam dan Hawa bertemu di Jabal Rahmah.
Sebagian kitab sejarah seperti karya dan lainnya menyebut riwayat-riwayat Israiliyyat atau atsar yang sanadnya lemah.
Para ulama seperti menjelaskan bahwa kisah tersebut tidak dapat dijadikan hujah.
Kesimpulan:
Tidak boleh memastikan bahwa Jabal Rahmah adalah tempat bertemunya Adam dan Hawa.
III. Di Mana Nabi Adam Diturunkan?
Al-Qur'an hanya menjelaskan:
﴿اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا﴾
"Turunlah kalian semuanya dari surga." (QS. Al-Baqarah: 36)
Namun Allah tidak menyebut lokasi turunnya.
Pendapat yang masyhur
Sebagian ahli sejarah mengatakan:
Adam turun di India (Sarandib/Sri Lanka).
Hawa turun di Jeddah.
Iblis turun di daerah lain.
Namun seluruh riwayat tersebut tidak memiliki sanad sahih dari Nabi ﷺ.
Karena itu para ulama Salaf tidak menetapkannya sebagai fakta.
IV. Apakah Adam Turun di Mekah?
Tidak ada hadis sahih.
Tidak ada ayat Al-Qur'an.
Tidak ada nama desa yang disebutkan.
Semua hanyalah riwayat sejarah tanpa sanad yang kuat.
V. Apakah Hawa Turun di Jeddah?
Nama "Jeddah" sering dihubungkan dengan kata جَدَّة (nenek).
Namun hubungan ini hanyalah pendapat sebagian sejarawan.
Tidak ada hadis sahih yang menjelaskan:
Hawa turun di Jeddah.
Kuburnya berada di Jeddah.
Bahkan makam Hawa yang dahulu dikenal di Jeddah telah lama diratakan karena tidak ada dasar syariat untuk menetapkannya.
VI. Di Mana Nabi Adam dan Hawa Wafat?
Tidak ada hadis sahih yang menjelaskan lokasi wafat maupun makam keduanya.
Karena itu Ahlus Sunnah tidak menetapkannya.
VII. Apa Kaitan Jabal Rahmah dengan Haji Wada'?
Kaitannya bukan karena Adam.
Melainkan karena:
Rasulullah ﷺ melakukan wukuf di Arafah pada Haji Wada'.
Di sana beliau menyampaikan Khutbah Wada' yang sangat agung.
Beliau bersabda:
إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ
"Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian adalah suci."
(HR. dan )
Pada hari Arafah pula turun firman Allah:
﴿الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ﴾
"Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian."
(QS. Al-Ma'idah: 3)
Dalam hadis:
الْحَجُّ عَرَفَةُ
"Haji itu adalah Arafah."
(HR. ; sahih)
VIII. Kisah-Kisah di Muzdalifah
Allah berfirman:
﴿فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ﴾
"Berdzikirlah kepada Allah di Masy'aril Haram."
(QS. Al-Baqarah: 198)
Di Muzdalifah Rasulullah ﷺ:
bermalam,
menjamak Maghrib dan Isya,
shalat Subuh,
berdoa hingga terang.
(HR. Muslim no. 1218)
Dari Muzdalifah pula jamaah mengambil kerikil untuk melontar jumrah.
IX. Kisah-Kisah di Mina
Di Mina terjadi banyak peristiwa penting:
1. Melontar Jumrah
Rasulullah ﷺ bersabda:
خُذُوا عَنِّي مَنَاسِكَكُمْ
"Ambillah tata cara manasik kalian dariku."
(HR. Muslim)
2. Penyembelihan Hadyu
Allah berfirman:
﴿فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ﴾
"Maka shalatlah untuk Tuhanmu dan berkurbanlah."
(QS. Al-Kawtsar: 2)
3. Mencukur rambut
Dilakukan setelah penyembelihan.
4. Hari-Hari Tasyriq
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ
"Hari Tasyriq adalah hari makan, minum dan berdzikir kepada Allah."
(HR. Muslim)
X. Bai'at Aqabah
Peristiwa ini terjadi sebelum hijrah.
Lokasinya di Aqabah dekat Mina.
Bai'at Aqabah Pertama
Tahun ke-12 kenabian.
Jumlah peserta:
12 orang dari Yatsrib.
Bai'at Aqabah Kedua
Tahun ke-13 kenabian.
Jumlah peserta:
73 laki-laki
2 wanita
Mereka berjanji:
melindungi Nabi ﷺ,
membela Islam,
menaati Rasulullah ﷺ.
Peristiwa inilah yang menjadi awal berdirinya masyarakat Islam di Madinah.
XI. Apakah Tempat Penyembelihan Nabi Ismail Ada di Mina?
Allah berfirman:
﴿وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ﴾
"Kami menebusnya dengan sembelihan yang besar."
(QS. Ash-Shaffat: 107)
Mayoritas ulama tafsir menjelaskan bahwa peristiwa penyembelihan terjadi di sekitar Mina. Namun tidak ada dalil sahih yang menentukan titik lokasi persisnya. Karena itu tidak boleh memastikan suatu batu atau tempat tertentu sebagai lokasi penyembelihan Nabi Ismail tanpa dalil.
Pelajaran (Fawaid)
Agama dibangun di atas dalil, bukan kisah populer.
Jabal Rahmah tidak memiliki keutamaan khusus selain berada di kawasan Arafah.
Tidak ada dalil sahih bahwa Adam dan Hawa bertemu di Jabal Rahmah.
Tidak ada dalil sahih yang menetapkan Adam turun di Makkah atau Hawa turun di Jeddah.
Wukuf di Arafah adalah rukun terbesar haji.
Khutbah Haji Wada' mengajarkan penjagaan darah, harta, dan kehormatan kaum muslimin.
Muzdalifah adalah tempat bermalam, berdzikir, dan mempersiapkan lontaran jumrah.
Mina menjadi saksi berbagai syiar haji: melontar jumrah, menyembelih hadyu, bercukur, dan bermalam pada hari-hari Tasyriq.
Bai'at Aqabah merupakan tonggak penting dalam dakwah Islam yang membuka jalan bagi hijrah ke Madinah.
Seorang muslim mengikuti manasik sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ dan tidak mengkhususkan ibadah pada tempat-tempat yang tidak memiliki dalil.
Wallohu A'lam bish-showab
Akhukum filLah
Ustadz Fauzi Basulthana