City Tour Seputar Masjid Nabawi di Madinah
Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis Sesuai dengan Pemahaman Ulama Salafus Shalih
Muqaddimah
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:
Kota Madinah bukan sekadar kota bersejarah, tetapi merupakan negeri hijrah Rasulullah ﷺ, tempat turunnya banyak wahyu, pusat berdirinya negara Islam pertama, dan tempat dimakamkannya Rasulullah ﷺ.
Namun, para ulama Salaf mengingatkan bahwa mengunjungi tempat-tempat bersejarah bertujuan untuk mengambil pelajaran (العبرة), bukan mencari keberkahan dari bangunan, batu, atau tanahnya.
Allah Ta'ala berfirman:
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
"Sungguh pada kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal."
(QS. Yusuf: 111)
Allah juga berfirman:
فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا
"Berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah..."
(QS. Ali 'Imran: 137)
1. Tsaqifah Bani Sa'idah (سقيفة بني ساعدة)
Sejarah
Tsaqifah adalah balai pertemuan milik Bani Sa'idah dari kalangan Anshar.
Di sinilah terjadi musyawarah besar setelah wafatnya Rasulullah ﷺ.
Kaum Anshar berkumpul hendak memilih pemimpin.
Kemudian datang:
Abu Bakar Ash-Shiddiq
Umar bin Khattab
Abu Ubaidah bin Al-Jarrah
Terjadilah dialog yang sangat agung.
Abu Bakar berkata:
"Pemimpin dari Quraisy, sedangkan Anshar menjadi para pembantu."
Kemudian Umar membaiat Abu Bakar, diikuti seluruh kaum muslimin.
Hadisnya terdapat dalam no. 6830 dan no. 7219.
Hikmah
Pentingnya musyawarah.
Kepemimpinan tidak boleh kosong.
Persatuan lebih utama daripada kepentingan kelompok.
Para sahabat mendahulukan agama daripada fanatisme suku.
2. Masjid Ghamamah
(مسجد الغمامة)
Mengapa disebut Ghamamah?
"Ghamamah" berarti awan.
Menurut riwayat sejarah, ketika Rasulullah ﷺ melaksanakan shalat Istisqa di tempat ini, Allah mengirim awan yang kemudian menurunkan hujan.
Karena itulah dinamakan Masjid Ghamamah.
Sebagian ulama sejarah menilai penamaan tersebut masyhur dalam kitab-kitab sejarah, walaupun rincian kisah awan tersebut tidak memiliki sanad yang kuat sebagai hadis.
Fungsi tempat ini
Di tempat inilah Nabi ﷺ sering melaksanakan:
Shalat Idul Fitri
Shalat Idul Adha
Shalat Istisqa'
Dalilnya terdapat dalam banyak hadis sahih mengenai kebiasaan Nabi keluar menuju tanah lapang untuk shalat Id.
Di antaranya:
Dari Abu Sa'id Al-Khudri رضي الله عنه:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى
"Nabi keluar menuju tanah lapang pada hari Id."
(HR. dan )
Hikmah
Sunnah shalat Id di tanah lapang.
Tawadhu Rasulullah ﷺ.
Doa Istisqa merupakan sebab turunnya hujan.
3. Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq
Masjid kecil ini berada dekat Masjid Ghamamah.
Menurut para ahli sejarah, Abu Bakar pernah mengimami shalat Id di tempat tersebut ketika menjadi khalifah.
Tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus memerintahkan mengunjungi masjid ini.
Karena itu para ulama seperti menjelaskan:
Tidak disyariatkan mengkhususkan safar untuk mengunjungi masjid-masjid selain tiga masjid.
Hadis:
لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ...
"Janganlah melakukan perjalanan khusus kecuali menuju tiga masjid."
(HR. dan )
4. Masjid Ali bin Abi Thalib
Masjid ini juga berada di sekitar Masjid Ghamamah.
Menurut sejarah, Ali رضي الله عنه pernah melaksanakan shalat Id di tempat tersebut.
Tidak ada dalil sahih yang menunjukkan adanya keutamaan khusus shalat di sana.
Hikmah:
Mengenang kepemimpinan Khulafaur Rasyidin.
Meneladani keadilan Ali.
Mengingat jasa para sahabat.
5. Kuburan Baqi' (جنة البقيع)
Sejarah
Baqi' adalah pemakaman utama kaum muslimin di Madinah sejak zaman Nabi ﷺ.
Di sinilah dimakamkan:
Utsman bin Affan
Banyak istri Nabi ﷺ (selain Khadijah dan Maimunah)
Putra-putri Rasulullah ﷺ selain Ibrahim yang wafat di Madinah
Ribuan sahabat
Tabi'in
Rasulullah sering berziarah
Dari Aisyah رضي الله عنها:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَخْرُجُ آخِرَ اللَّيْلِ إِلَى الْبَقِيعِ
"Rasulullah keluar pada akhir malam menuju Baqi'."
(HR. )
Doa beliau:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ
"Semoga keselamatan atas kalian wahai penghuni kampung kaum mukminin, dan kami insya Allah akan menyusul kalian."
(HR. )
Hikmah
Mengingat kematian.
Mendoakan kaum muslimin.
Tidak meminta kepada penghuni kubur.
Tidak mengusap kuburan.
Tidak bertabarruk dengan tanah kubur.
6. Makam Rasulullah ﷺ
Mengapa dimakamkan di rumah Aisyah?
Abu Bakar meriwayatkan:
مَا قُبِضَ نَبِيٌّ إِلَّا دُفِنَ حَيْثُ يُقْبَضُ
"Tidaklah seorang nabi diwafatkan kecuali dimakamkan di tempat beliau wafat."
(HR. , dinilai hasan oleh banyak ulama)
Karena Rasulullah ﷺ wafat di rumah Aisyah رضي الله عنها, maka beliau dimakamkan di sana.
Kemudian dimakamkan di samping beliau:
Abu Bakar Ash-Shiddiq
Umar bin Khattab
Adab ketika berziarah
Menurut para ulama Salaf:
Mengucapkan salam kepada Nabi ﷺ.
Bershalawat kepada beliau.
Tidak berdoa kepada Nabi ﷺ.
Tidak meminta hajat kepada beliau.
Tidak mengusap pagar makam.
Tidak thawaf di sekitar makam.
Tidak menghadap kubur ketika berdoa; ketika berdoa menghadap kiblat.
Hadis:
لَا تَجْعَلُوا قَبْرِي عِيدًا
"Janganlah kalian menjadikan kuburku sebagai tempat perayaan yang selalu didatangi."
(HR. , dinilai hasan oleh para ulama)
Beliau juga bersabda:
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَنًا يُعْبَدُ
"Ya Allah, jangan Engkau jadikan kuburku sebagai berhala yang disembah."
(HR. , dengan penguat dari riwayat lain)
Penutup:
Pelajaran Besar dari City Tour Sekitar Masjid Nabawi
Semua tempat bersejarah ini mengingatkan kita kepada perjuangan Rasulullah ﷺ dan para sahabat.
Yang disyariatkan adalah mengambil ibrah (pelajaran), bukan mencari berkah dari bangunan atau lokasi.
Ziarah kubur adalah sunnah apabila dilakukan sesuai tuntunan Nabi ﷺ.
Masjid Nabawi adalah satu-satunya masjid di kawasan ini yang memiliki keutamaan khusus untuk shalat, selain dan , sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِي هَذَا، وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَى
"Janganlah melakukan perjalanan khusus kecuali menuju tiga masjid: Masjidil Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjid Al-Aqsa."
(HR. dan )
Semoga Allah menjadikan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah di Madinah sebagai sarana untuk menambah keimanan, kecintaan kepada Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, serta mengokohkan ittiba' kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai pemahaman Salafus Shalih. Aamiin.
Lanjutan nya
Pada peristiwa Saqifah Bani Sa'idah (سقيفة بني ساعدة) yang terjadi sesaat setelah wafatnya Rasulullah ﷺ pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun 11 H, berkumpul sejumlah tokoh utama dari kaum Anshar. Peristiwa ini diriwayatkan secara rinci dalam , khususnya hadis panjang dari .
Tokoh-tokoh Anshar yang hadir
1. Sa'd ibn Ubadah
Beliau adalah pemimpin besar suku Khazraj dan termasuk orang yang paling dihormati oleh kaum Anshar.
Termasuk sahabat senior.
Salah seorang peserta Pledge of al-Aqabah. .
Saat peristiwa Saqifah beliau sedang sakit, sehingga hanya duduk atau berbaring sementara kaumnya berkumpul di sekelilingnya.
Sebagian Anshar mengusulkan beliau menjadi khalifah.
Dalam riwayat Umar disebutkan:
فَإِذَا سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ مُزَمَّلٌ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِمْ
"Ternyata Sa'd bin Ubadah sedang berselimut (karena sakit) di tengah-tengah mereka."
(HR. )
2. Bashir ibn Sa'd
Beliau termasuk pemuka suku Aus.
Perannya sangat penting karena beliau termasuk orang Anshar pertama yang mendukung pembaiatan Abu Bakar.
Beliau berkata kepada kaum Anshar bahwa keutamaan mereka tidak boleh menjadi sebab memperebutkan kekuasaan, karena Rasulullah ﷺ berasal dari Quraisy dan kaum Quraisy lebih berhak memimpin.
Sikap beliau meredam potensi perpecahan antara Aus dan Khazraj.
3. Hubab ibn al-Mundhir
Beliau termasuk tokoh Khazraj.
Dalam musyawarah beliau mengusulkan:
"Dari kami seorang pemimpin, dan dari kalian seorang pemimpin."
Ucapan beliau terkenal:
مِنَّا أَمِيرٌ وَمِنْكُمْ أَمِيرٌ
"Seorang pemimpin dari kami dan seorang pemimpin dari kalian."
Namun usulan tersebut ditolak oleh Abu Bakar dan Umar berdasarkan dalil dan maslahat persatuan umat.
4. Para pemuka Aus dan Khazraj lainnya
Riwayat-riwayat sahih tidak menyebutkan seluruh nama yang hadir satu per satu, namun yang jelas hadir adalah para pemimpin dan pembesar dari dua kabilah besar Anshar:
Suku Aus.
Suku Khazraj.
Mereka berkumpul untuk bermusyawarah mengenai kepemimpinan kaum muslimin setelah wafatnya Rasulullah ﷺ.
Tokoh Muhajirin yang kemudian datang
Setelah mendengar berita berkumpulnya kaum Anshar, datang tiga tokoh Muhajirin:
Abu Bakar Ash-Shiddiq
Umar bin Al-Khattab
Abu Ubaydah bin Al-Jarrah
Mereka berdialog dengan kaum Anshar secara tenang dan penuh hikmah.
Abu Bakar menyampaikan keutamaan Anshar, namun menjelaskan bahwa kepemimpinan umum kaum muslimin berada pada Quraisy. Di antara dalil yang beliau sebutkan adalah sabda Nabi ﷺ:
الأَئِمَّةُ مِنْ قُرَيْشٍ
"Para pemimpin itu berasal dari Quraisy."
Hadis ini diriwayatkan dalam berbagai kitab hadis dengan beberapa jalur yang saling menguatkan, dan dijadikan hujah oleh para sahabat dalam peristiwa Saqifah.
Hikmah dari sikap kaum Anshar
Meskipun pada awalnya mereka mengusulkan pemimpin dari kalangan mereka, ketika telah jelas dalil dan terjadi kesepakatan, mereka menerima baiat kepada Abu Bakar. Hal ini menunjukkan beberapa pelajaran penting:
Mereka lebih mendahulukan persatuan umat daripada kepentingan suku.
Mereka tunduk kepada dalil syariat.
Tidak terjadi peperangan atau pertumpahan darah dalam proses pemilihan khalifah pertama.
Mereka menjadi teladan dalam bermusyawarah dan menjaga ukhuwah Islamiyah.
Inilah salah satu keutamaan kaum Anshar yang Allah puji dalam Al-Qur'an:
وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ
"Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan Muhajirin), mereka mencintai orang-orang yang berhijrah kepada mereka, dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati terhadap apa yang diberikan kepada orang-orang Muhajirin; mereka mengutamakan (Muhajirin) atas diri mereka sendiri sekalipun mereka memerlukan."
(QS. Al-Hasyr: 9)
Peristiwa Saqifah menjadi bukti nyata bahwa kaum Anshar adalah penolong agama Allah, yang akhirnya rela menyerahkan kepemimpinan kepada Abu Bakar demi menjaga persatuan umat Islam.