Hubungan Retak, Masalah Menumpuk? Inilah Kunci Membukanya
7 months ago
43 views

Allah adalah Sebaik-baik Pembuka

Kita mengetahui bahwa Yang Maha Pembuka adalah Allah سبحانه وتعالى. Salah satu nama Allah adalah الفَتَّاح (Al-Fattāh). Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim yang beriman kepada nama-nama Allah سبحانه وتعالى untuk selalu memperbaiki kedekatan dirinya kepada Allah سبحانه وتعالى.

Kita melihat, betapa banyak orang merasa risih terhadap hubungan dirinya dengan orang lain ketika tidak baik: risih jika hubungan dengan istrinya renggang, risih jika hubungan dengan jamaah kajiannya tidak harmonis. Namun ironisnya, betapa banyak orang yang melenggang begitu saja saat hubungannya dengan Allah terputus, seolah tidak ada apa-apa.

Karena itu, perlulah kita memperbaiki diri dalam beribadah dengan cara meminta dan berdoa kepada Allah. Doa sendiri mengandung dua komposisi, yaitu:

1. Doa Ibadah (دعاء العبادة)

2. Doa Permohonan/Masalah (دعاء المسألة)

Doa ibadah adalah bentuk penghambaan kepada Allah dengan cara memahami nama-nama Allah, mengetahui kandungannya, dan menetapkan sifat-sifat-Nya. Contohnya, ketika seseorang mendengar suara petir di langit, lalu ia takut, maka rasa takut itu menunjukkan pemahamannya terhadap kebesaran Allah—bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Agung.

Salah satu nama Allah yang agung adalah Al-Fattāh, sebagaimana dalam firman-Nya:

رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ

“Ya Rabb kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan kebenaran, dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.”

Kata iftah pada ayat tersebut diterjemahkan dengan “berilah keputusan.” Hal ini menunjukkan bahwa setiap keputusan yang kita ambil tidak boleh salah langkah. Lihatlah bagaimana sikap Nabi Syuaib ketika berhadapan dengan orang-orang sombong yang menolak kebenaran: beliau menyerahkan sepenuhnya kepada Allah sebagai sebaik-baik pembuka jalan.

Hal ini juga mirip dengan masalah-masalah yang kerap kita hadapi. Kadang kita menjumpai orang-orang yang tidak sejalan dengan tujuan kita, atau satu-dua masalah yang menimbulkan keretakan hubungan. Maka jalan terbaik adalah meminta pertolongan hanya kepada Allah. Kita bertawakal bahwa Allah sebaik-baik pemberi keputusan. Kita meyakini bahwa hanya Allah yang mampu membuka pintu hati manusia di tengah keretakan hubungan.

Karena itu, untuk memperbaiki diri agar menjadi lebih baik, jangan sekali-kali mengandalkan diri sendiri. Hendaklah selalu bernaung (iljā’) kepada Allah.

Jika kita berharap menjadi orang dermawan, hadirkanlah Allah agar amal kita tidak sia-sia di kemudian hari. Jika kita ingin menjadi seorang dai, hadirkanlah Allah agar usaha kita mendapatkan keberkahan. Sebanyak apa pun ilmu dan harta yang kita miliki, tetaplah hadirkan Allah dalam setiap ikhtiar kita.

Dan jika suatu saat merasa lelah terhadap doa-doa yang kita panjatkan, ingatlah bahwa Allah tidak pernah meruntuhkan seruan hamba-Nya, dan tidak akan menolak harapan-harapan mereka.

0 Comments

Login untuk memberikan komentar positif
Belum ada komentar
Artikel Terbaru Riza Ashfari Mizan