Hukum Antre BBM dan Shalat
5 days ago
67 views

Hukum Antre BBM dan Shalat

Bismillah ...Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barokatuhu ...Afwan Ustadzy ... ahsanallohu ilaykum, ada titipan pertanyaan...; Pak Ustadz, mau tanya ini hukumnya antre BBM sampai sholatnya lewat siapa yg menanggung dosanya ,🙏🏻

Ism, Dps 20261015

UFB menjawab

Wa‘alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh.

Berikut jawaban yang dapat disampaikan kepada penanya berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai pemahaman para ulama Salafus Shalih.

Hukum Antre BBM hingga Shalat Terlewat

Pertanyaan: Bagaimana hukumnya orang yang antre membeli BBM sampai waktu shalat lewat? Siapa yang menanggung dosanya?

1. Shalat wajib harus dijaga waktunya

Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu merupakan kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

(QS. An-Nisa’: 103)

Ayat ini menegaskan bahwa shalat lima waktu memiliki waktu yang telah ditetapkan. Karena itu, kebutuhan membeli BBM, bekerja, berdagang, atau mengantre tidak boleh dijadikan alasan untuk sengaja mengeluarkan shalat dari waktunya.

Jika seseorang mengetahui antrean BBM sangat panjang, ia hendaknya mengatur waktu, mencari tempat shalat di sekitar SPBU, atau meninggalkan antrean sementara untuk menunaikan shalat apabila tidak ada cara lain untuk menjaga shalat tetap pada waktunya.

2. Ancaman bagi orang yang melalaikan shalat

Allah Ta‘ala berfirman:

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ ۝ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

“Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) mereka yang lalai terhadap shalatnya.”

(QS. Al-Ma‘un: 4–5)

Ayat ini merupakan peringatan keras terhadap orang yang melalaikan shalat. Terlebih lagi, jika seseorang sengaja menunda shalat hingga habis waktunya karena lebih mementingkan urusan dunia, maka ia telah melakukan dosa besar menurut penjelasan para ulama.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya, sungguh ia telah kafir.”

(HR. At-Tirmidzi no. 2621, An-Nasa’i, dan Ahmad; hadis sahih)

Hadis ini menunjukkan betapa besar kedudukan shalat. Adapun hukum kafir bagi orang yang meninggalkan shalat perlu dirinci oleh para ulama. Tidak setiap orang yang terlambat shalat karena suatu kejadian otomatis dihukumi kafir. Ada perbedaan hukum antara orang yang sengaja meninggalkan shalat, orang yang mengingkari kewajibannya, dan orang yang tertidur atau benar-benar lupa.

3. Siapa yang menanggung dosanya?

Jawabannya bergantung pada keadaan masing-masing.

Pertama: Orang yang sengaja tetap mengantre hingga waktu shalat habis.

Jika ia mengetahui waktu shalat akan habis, mampu meninggalkan antrean untuk shalat, tetapi tetap memilih mengantre demi mendapatkan BBM, maka ia berdosa karena kelalaiannya sendiri. Antrean BBM bukan alasan yang dibenarkan untuk sengaja meninggalkan shalat wajib.

Allah Ta‘ala berfirman:

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ

“Dan seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.”

(QS. Al-An‘am: 164)

Jadi, pada dasarnya, orang yang sengaja melalaikan shalat bertanggung jawab atas dosanya sendiri.

Kedua: Petugas atau pihak yang mengatur antrean BBM.

Pihak yang mengatur antrean tidak otomatis menanggung dosa setiap orang yang terlambat shalat. Namun, jika ada pihak yang sengaja menghalangi seseorang menunaikan shalat tanpa alasan yang dibenarkan, atau memaksa dan mengancamnya agar tetap mengantre, maka pihak tersebut dapat turut berdosa sesuai kadar perbuatannya.

Ketiga: Orang yang benar-benar tidak sengaja karena keadaan di luar kendalinya.

Misalnya, ia telah berusaha mengatur waktu, tidak memperkirakan antrean akan berlangsung begitu lama, dan benar-benar tidak sengaja hingga waktu shalat terlewat. Keadaannya tidak sama dengan orang yang sengaja meremehkan shalat. Allah Maha Mengetahui niat, kemampuan, dan keadaan setiap hamba.

Jika shalat terlewat karena tertidur atau lupa, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ نَسِيَ صَلَاةً أَوْ نَامَ عَنْهَا، فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا

“Barang siapa lupa mengerjakan shalat atau tertidur darinya, maka tebusannya adalah ia mengerjakannya ketika ia ingat.”

(HR. Muslim no. 684)

Hadis ini secara khusus berbicara tentang orang yang tertidur atau lupa. Untuk orang yang sengaja menunda hingga keluar waktu, ia wajib bertobat dengan sungguh-sungguh; rincian mengenai mengqadha shalat yang sengaja ditinggalkan dibahas secara berbeda oleh para ulama.

4. Bagaimana jika antrean BBM sangat panjang dan BBM sangat dibutuhkan?

Islam tidak melarang seseorang mencari BBM untuk bekerja, mencari nafkah, atau memenuhi kebutuhan keluarga. Akan tetapi, kebutuhan tersebut harus diatur agar tidak mengorbankan kewajiban yang lebih utama.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

* Periksa waktu shalat sebelum mulai mengantre.

* Jika diperkirakan antrean akan melewati waktu shalat, shalatlah terlebih dahulu.

* Jika sudah mengantre, mintalah izin kepada petugas untuk keluar sebentar menunaikan shalat.

* Jika ada masjid atau mushala di sekitar SPBU, manfaatkanlah.

* Jangan sengaja mengandalkan qadha setelah antrean selesai jika sebenarnya shalat masih bisa dikerjakan pada waktunya.

Perlu dipahami bahwa antrean panjang bukan dengan sendirinya keadaan darurat yang membolehkan meninggalkan shalat. Penilaian dapat berbeda jika ada keadaan luar biasa yang benar-benar mengancam keselamatan atau menimbulkan bahaya nyata.

Kesimpulan

Nasihat untuk penanya:

Orang yang mengantre BBM sampai shalatnya terlewat harus dilihat sebab dan keadaannya. Jika sengaja mendahulukan antrean daripada shalat padahal mampu menunaikannya, maka ia berdosa dan wajib bertobat kepada Allah. Dosa itu tidak otomatis dibebankan kepada petugas SPBU, pemerintah, atau pihak lain. Setiap orang bertanggung jawab sesuai perbuatan dan kemampuannya.

Jangan sampai kita bersusah payah mendapatkan BBM untuk menggerakkan kendaraan, tetapi justru melalaikan kewajiban kepada Allah yang memberi kita kehidupan dan rezeki.

Semoga Allah menjaga kita agar senantiasa mendirikan shalat tepat pada waktunya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Wallahu a‘lam bish-shawab.

0 Comments

Login untuk memberikan komentar positif
💬
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Artikel Terbaru Fauzi Basulthana