Hukum Umroh saat Haid
an hour ago
1 views

Hukum Umroh saat Haid

Bismillah ...Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barokatuhu ...Afwan Ustadzy... ahsanallohu ilaykum, ada titipan pertanyaan...;

Ow nggih pak, dan satu lagi pak, mohon izin bertanya nggih. 🙏🏻

Kakak saya sudah beberapa hari ini berusaha menunda haid dengan mengonsumsi obat penunda haid dan juga suntik KB, dengan harapan haidnya bisa tertunda lebih lama. Namun qadarullah, hari ini beliau tetap mulai haid, Pak.

Yang ingin saya tanyakan, apabila besok saat pelaksanaan umrah pertama kakak saya masih dalam keadaan haid, apakah tidak mengapa jika beliau tidak ikut rombongan untuk umrah pada hari pertama? Kemudian setelah haidnya selesai, beliau melaksanakan umrah secara mandiri dengan mengambil miqat ke masjid aisyah. Apakah hal tersebut diperbolehkan, Pak? Atau mungkin ada solusi lain yang lebih baik menurut Bapak?

Mohon arahan dan bimbingannya, Pak. Terima kasih banyak sebelumnya. 🙏🏻

MUTT, Dps 20260629

UFB menjawab

Jawaban:

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga Allah memudahkan urusan kakak Anda dan menerima ibadah umrahnya.

Jawaban singkatnya: Ya, hal tersebut diperbolehkan, bahkan itulah yang diajarkan oleh Nabi ﷺ apabila seorang wanita mengalami haid ketika hendak menunaikan umrah.

Dalil dari Sunnah

Ketika istri Nabi ﷺ, , mengalami haid sebelum melaksanakan umrah dalam Haji Wada', beliau menangis. Maka Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ هَذَا أَمْرٌ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ، فَافْعَلِي مَا يَفْعَلُ الْحَاجُّ غَيْرَ أَنْ لَا تَطُوفِي بِالْبَيْتِ حَتَّى تَطْهُرِي

"Sesungguhnya ini adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan atas anak-anak perempuan Adam. Lakukanlah apa yang dilakukan oleh orang yang berhaji, hanya saja jangan melakukan thawaf di Ka'bah hingga engkau suci."
(HR. no. 294 dan no. 1211)

Hadis ini menunjukkan bahwa wanita haid tidak boleh thawaf, karena thawaf disyaratkan dalam keadaan suci.

Dalil Al-Qur'an

Allah Ta'ala berfirman:

وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

"Dan hendaklah mereka melakukan thawaf mengelilingi rumah yang tua (Ka'bah)."
(QS. Al-Hajj: 29)

Pelaksanaan thawaf dijelaskan oleh Nabi ﷺ harus dilakukan dalam keadaan suci.

Beliau bersabda:

الطَّوَافُ بِالْبَيْتِ صَلَاةٌ إِلَّا أَنَّ اللَّهَ أَحَلَّ فِيهِ الْكَلَامَ

"Thawaf di Ka'bah itu seperti shalat, hanya saja Allah membolehkan berbicara ketika thawaf."
(HR. ; dinilai sahih oleh banyak ulama)

Karena shalat mensyaratkan suci dari hadas, maka demikian pula thawaf.

Solusi untuk Kakak Anda

Apabila besok masih haid, maka:

  1. Tidak ikut melaksanakan umrah bersama rombongan tidak mengapa.

  2. Menunggu sampai suci.

  3. Setelah mandi wajib, memakai pakaian ihram dari tempat tinggalnya di Makkah.

  4. Keluar ke Tan'im (Masjid Aisyah) untuk mengambil miqat.

  5. Berniat umrah dari sana.

  6. Kembali ke Masjidil Haram untuk melaksanakan thawaf, sa'i, kemudian tahallul.

Cara ini berdasarkan perbuatan Nabi ﷺ kepada . Setelah beliau suci, Nabi ﷺ memerintahkan saudaranya, , mengantar beliau ke Tan'im agar berihram umrah.

Dalam hadis disebutkan:

اخْرُجْ بِأُخْتِكَ مِنَ الْحَرَمِ فَلْتُهِلَّ بِعُمْرَةٍ

"Keluarlah bersama saudaramu dari Tanah Haram, lalu hendaklah ia berihram untuk umrah."

(HR. no. 1785 dan )

Penjelasan Ulama Salaf

menjelaskan bahwa hadis ini menjadi dalil bolehnya wanita yang tertunda umrahnya karena haid untuk berihram dari Tan'im setelah suci.

dalam Al-Mughni juga menjelaskan bahwa wanita haid menunggu hingga suci, kemudian keluar ke tanah halal (seperti Tan'im) untuk berihram umrah jika diperlukan.

Kesimpulan

Insya Allah, yang dilakukan kakak Anda sudah sesuai dengan tuntunan syariat apabila:

  • Masih haid saat rombongan umrah, maka tidak perlu memaksakan ikut thawaf, karena thawaf dalam keadaan haid tidak sah.

  • Menunggu hingga suci.

  • Setelah suci, mandi wajib, lalu keluar ke Tan'im (Masjid Aisyah) untuk mengambil miqat dan melaksanakan umrah.

Semoga Allah menerima ibadah umrah kakak Anda, memudahkan seluruh rangkaian ibadahnya, serta memberikan umrah yang mabrurah.

Wallahu a'lam bish-shawab.

0 Comments

Login untuk memberikan komentar positif
Belum ada komentar
Artikel Terbaru Fauzi Basulthana