Jamaah kedua & Sholawat sebelum adzan
4 days ago
13 views

Jamaah kedua & Sholawat sebelum adzan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ada beberapa pertanyaan yg perlu kita ketahui.

1-Bagaimana hukumnya berniat sholat berjamaah di masjid atau mushola tapi imam sdh mengucapkan salam.

2-Seorang muadzin perlu mengucapkan sholawat untuk mengawali puji² an atau iqomah.

Terimakasih ustadz

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Zuf, Bwi 20260712

UFB menjawab

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillah, berikut jawaban berdasarkan Al-Qur'an, As-Sunnah yang shahih, dan pemahaman para ulama Salafus Shalih.

Pertanyaan pertama:

Bagaimana hukumnya berniat shalat berjamaah di masjid atau mushala, tetapi ketika masuk imam sudah mengucapkan salam?

Jika seseorang datang ke masjid dengan niat shalat berjamaah, namun imam telah selesai shalat (sudah salam), maka ia telah kehilangan keutamaan berjamaah bersama imam, tetapi tetap memperoleh pahala sesuai niatnya, insya Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

"Sesungguhnya amal-amal itu tergantung niatnya." (HR. Al-Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)

Apabila masih ada orang lain yang juga tertinggal, maka disunnahkan membuat jamaah kedua, terutama di masjid yang tidak memiliki imam tetap. Hal ini berdasarkan hadis:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ وَقَدْ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ، فَقَالَ:

أَلَا رَجُلٌ يَتَصَدَّقُ عَلَى هَذَا فَيُصَلِّيَ مَعَهُ

"Tidakkah ada seseorang yang mau bersedekah kepada orang ini dengan shalat bersamanya?"

Lalu ada seorang sahabat berdiri dan shalat bersamanya. (HR. Abu Dawud no. 574, At-Tirmidzi no. 220; dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Namun apabila tidak ada orang lain, maka ia shalat sendirian.

Adapun bila masjid memiliki imam rawatib (imam tetap), sebagian ulama seperti Syaikh Ibnu Baz dan Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumallah menjelaskan bahwa tidak menjadikan jamaah kedua sebagai kebiasaan, karena para sahabat dahulu sangat menjaga agar datang sebelum iqamah.

Allah Ta'ala berfirman:

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

"Bertakwalah kepada Allah semampu kalian." (QS. At-Taghabun: 16)


Pertanyaan kedua:

Apakah seorang muadzin perlu mengucapkan shalawat untuk mengawali puji-pujian atau sebelum iqamah?

Jawabannya: tidak disyariatkan.

Yang disyariatkan bagi muadzin adalah:

  1. Mengumandangkan adzan.

  2. Setelah adzan selesai, membaca doa setelah adzan.

  3. Kemudian iqamah ketika waktu shalat telah tiba.

Adapun mengucapkan shalawat dengan suara keras sebagai pembuka puji-pujian atau sebelum iqamah tidak ada contohnya dari Nabi ﷺ maupun para sahabat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

"Barang siapa mengada-adakan dalam urusan agama kami sesuatu yang bukan darinya, maka amalan itu tertolak." (HR. Al-Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)

Yang disyariatkan setelah adzan adalah setiap Muslim membaca shalawat kepada Nabi ﷺ secara pribadi, bukan dipimpin muadzin.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ، ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ

"Apabila kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti yang ia ucapkan, kemudian bershalawatlah kepadaku." (HR. Muslim no. 384)

Demikian pula iqamah dilakukan langsung tanpa didahului puji-pujian atau shalawat berjamaah.

Kesimpulan

  1. Orang yang datang ketika imam sudah salam tetap mendapatkan pahala niatnya, namun kehilangan pahala berjamaah bersama imam. Jika memungkinkan, boleh membuat jamaah kedua sesuai tuntunan syariat.

  2. Tidak disyariatkan bagi muadzin mengawali puji-pujian atau iqamah dengan shalawat yang dikeraskan. Yang disunnahkan adalah mengikuti lafaz adzan, bershalawat kepada Nabi ﷺ secara pribadi setelah adzan, membaca doa setelah adzan, lalu iqamah ketika waktu shalat telah tiba.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Semoga Allah memberikan kita taufik untuk senantiasa beribadah sesuai Al-Qur'an, As-Sunnah, dan pemahaman para sahabat Nabi ﷺ. Aamiin.

0 Comments

Login untuk memberikan komentar positif
💬
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Artikel Terbaru Fauzi Basulthana