Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah & Idul Adha
an hour ago
0 views

Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah & Idul Adha

Assalamu'alaikum Ustadz,

Izin bertanya,

Apa Ustadz punya file/referensi utk materi Idul Adha/Bulan Dzulhijjah?

Rekha, Rika Dps 20260423

UFB menjawab

Wa’alaikumussalām warahmatullāhi wabarakātuh.
Bārakallāhu fīk. Berikut materi ringkas tentang keutamaan bulan Dzulhijjah dan Idul Adha berdasarkan Al-Qur’an, hadis shahih, serta penjelasan para ulama Salafus Shalih.

Materi ini bisa dipakai untuk kultum, kajian, khutbah, atau bahan ta’lim keluarga.

Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah & Idul Adha

1. Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Dalil Al-Qur’an

Allah Ta’ala berfirman:

﴿ وَالْفَجْرِ ۝ وَلَيَالٍ عَشْرٍ ﴾
“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.”
(QS. Al-Fajr: 1–2)

Ibnu ‘Abbās radhiyallāhu ‘anhumā, Mujāhid, Qatādah, dan mayoritas ulama tafsir menjelaskan bahwa “malam yang sepuluh” adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

Allah juga berfirman:

﴿ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ ﴾
“Agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.”
(QS. Al-Hajj: 28)

Ibnu ‘Abbās berkata:

“الأيام المعلومات: أيام العشر”
“Hari-hari yang diketahui itu adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah.”

2. Amal Shalih di Hari-Hari Ini Sangat Dicintai Allah

Rasulullah ﷺ bersabda:

« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ »
قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟
قَالَ:
« وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ »
(HR. Al-Bukhāri)

Artinya:

“Tidak ada hari-hari yang amal shalih pada saat itu lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini.”
Para sahabat bertanya: “Tidak juga jihad di jalan Allah?”
Beliau menjawab: “Tidak juga jihad, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sedikit pun.”

Penjelasan Ulama

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

“Sebab keistimewaan sepuluh Dzulhijjah adalah karena terkumpul padanya induk-induk ibadah: shalat, puasa, sedekah, dan haji. Dan itu tidak terkumpul pada waktu lain.”
(Fathul Bāri)

3. Amalan-Amalan Utama di Bulan Dzulhijjah

A. Memperbanyak Dzikir dan Takbir

Allah Ta’ala berfirman:

﴿ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ ﴾
“Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang berbilang.”
(QS. Al-Baqarah: 203)

Bentuk Takbir

Takbir Muthlaq

Disunnahkan sejak masuk 1 Dzulhijjah sampai akhir hari Tasyrik.

Lafazh yang masyhur dari para sahabat:

الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله
والله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah radhiyallāhu ‘anhumā biasa keluar ke pasar pada hari-hari Dzulhijjah lalu bertakbir dan manusia ikut bertakbir.
(HR. Al-Bukhāri secara mu’allaq)

Takbir Muqayyad

Dilakukan setelah shalat fardhu mulai Subuh hari Arafah sampai Ashar hari Tasyrik terakhir menurut pendapat yang kuat.

B. Puasa Dzulhijjah dan Hari Arafah

Puasa Sembilan Hari Pertama

Dari Hunaidah bin Khālid:

« كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ »
(HR. Abu Dāwud, dishahihkan sebagian ulama)

Puasa Hari Arafah (9 Dzulhijjah)

Rasulullah ﷺ bersabda:

« صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ »
(HR. Muslim)

Artinya:

“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.”

Catatan:

  • Disunnahkan bagi yang tidak sedang berhaji.

  • Adapun jamaah haji di Arafah, tidak disunnahkan berpuasa agar kuat beribadah.

C. Berkurban (Udhiyah)

Dalil Al-Qur’an

Allah Ta’ala berfirman:

﴿ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ﴾
“Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)

Hadis Tentang Keutamaan Kurban

Rasulullah ﷺ bersabda:

« مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ »
(HR. At-Tirmidzi, dihasankan sebagian ulama)

Hukum Kurban

Mayoritas ulama: sunnah muakkadah bagi yang mampu.
Sebagian ulama seperti Abu Hanifah: wajib bagi yang mampu.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah cenderung menguatkan bahwa kurban sangat ditekankan bagi yang mampu.

4. Larangan Memotong Rambut dan Kuku bagi yang Hendak Berkurban

Rasulullah ﷺ bersabda:

« إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلَا يَمَسَّ مِنْ شَعْرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا »
(HR. Muslim)

Artinya:

“Jika telah masuk sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin berkurban, maka janganlah ia menyentuh rambut dan kulitnya sedikit pun.”

Penjelasan

  • Berlaku bagi shahibul qurban (orang yang berkurban).

  • Dimulai sejak masuk 1 Dzulhijjah sampai hewan disembelih.

  • Mayoritas ulama mengatakan hukumnya haram atau minimal larangan keras.

5. Hari Nahr dan Hari Tasyrik

Hari Nahr (10 Dzulhijjah)

Rasulullah ﷺ bersabda:

« أَعْظَمُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ »
(HR. Abu Dāwud)

Artinya:

“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari Nahr (Idul Adha).”

Hari Tasyrik (11–13 Dzulhijjah)

Rasulullah ﷺ bersabda:

« أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ »
(HR. Muslim)

Hari Tasyrik:

  • Dilarang berpuasa (kecuali kondisi tertentu bagi jamaah haji).

  • Dianjurkan memperbanyak dzikir dan takbir.

6. Pelajaran Tauhid dari Idul Adha

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail ‘alaihimassalām mengajarkan:

  • Tauhid dan ketaatan total kepada Allah.

  • Mendahulukan perintah Allah di atas hawa nafsu.

  • Kesabaran dan ketundukan.

  • Pendidikan anak di atas iman dan tauhid.

Allah Ta’ala berfirman:

﴿ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ ۝ وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ ﴾
(QS. Ash-Shaffāt: 106–107)

7. Amal yang Dianjurkan di Bulan Dzulhijjah

✅ Taubat nasuha
✅ Shalat wajib dan sunnah
✅ Puasa
✅ Sedekah
✅ Membaca Al-Qur’an
✅ Takbir, tahmid, tahlil
✅ Silaturahim
✅ Berbakti kepada orang tua
✅ Kurban
✅ Menjauhi maksiat

8. Penutup dan Nasihat Salaf

Ibnu Rajab rahimahullah berkata:

“Apabila Allah membuka bagimu kesempatan melakukan amal pada musim-musim kebaikan, maka manfaatkanlah. Karena engkau tidak tahu apakah setelah itu masih ada kesempatan lagi.”

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

“Dunia hanyalah tiga hari:
Kemarin telah pergi,
besok belum tentu engkau dapati,
dan hari ini adalah milikmu, maka beramallah.”

Semoga Allah memberi taufik untuk memanfaatkan musim ketaatan ini dengan amal yang ikhlas dan sesuai sunnah.

والله تعالى أعلم بالصواب.

0 Comments

Login untuk memberikan komentar positif
Belum ada komentar
Artikel Terbaru Fauzi Basulthana