Keutamaan Memandang KA'BAH
12 days ago
16 views

Keutamaan Memandang KA'BAH

Bismillah ...Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barokatuhu ...Afwan Ustadzy... ahsanallohu ilaykum, ada titipan pertanyaan...; Bismillah ijin Ustadz, mohon penjelasan tentang , keutamaan memandang kabah...

Adn, Mekkah 20260705

UFB menjawab

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm

Jawaban:

Wa'alaikumussalām wa raḥmatullāhi wa barakātuh.

Alhamdulillāh, wash-shalātu was-salāmu 'alā Rasūlillāh, wa ba'du.

Pertanyaan tentang keutamaan memandang Ka'bah sering ditanyakan oleh jamaah haji dan umrah. Yang perlu diketahui adalah bahwa tidak ada hadis shahih dari Nabi ﷺ yang secara khusus menyebutkan bahwa memandang Ka'bah adalah ibadah yang memiliki pahala tertentu.

1. Tidak ada hadis shahih tentang keutamaan khusus memandang Ka'bah

Ada hadis yang sangat masyhur:

النَّظَرُ إِلَى الْكَعْبَةِ عِبَادَةٌ

"Memandang Ka'bah adalah ibadah."

Namun, hadis ini tidak sahih.

Para ulama ahli hadis menjelaskannya sebagai berikut:

  • Menyatakan bahwa hadis ini tidak tsabit (tidak sahih).

  • Memasukkannya dalam hadis-hadis yang tidak dapat dijadikan hujjah.

  • Menjelaskan sanadnya lemah.

  • Juga menghukuminya dha'if, bahkan sangat lemah dalam pembahasan hadis-hadis dha'if.

Karena itu, menurut manhaj Salaf, tidak boleh menetapkan suatu keutamaan ibadah kecuali dengan dalil yang shahih.

2. Yang disyariatkan adalah memperbanyak ibadah di Masjidil Haram

Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ

"Sesungguhnya rumah pertama yang dibangun untuk manusia ialah yang di Bakkah (Ka'bah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam."

(QS. Ali 'Imran: 96)

Allah juga berfirman:

وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

"Sucikanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang beribadah, yang rukuk dan yang sujud."

(QS. Al-Hajj: 26)

Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah yang Allah syariatkan di sekitar Ka'bah adalah thawaf, shalat, rukuk, sujud, dzikir dan ibadah lainnya, bukan menetapkan keutamaan khusus hanya dengan memandangnya.

3. Hadis shahih tentang keutamaan Masjidil Haram

Rasulullah ﷺ bersabda:

صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

"Shalat di masjidku ini lebih utama daripada seribu shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram."

(HR. dan )

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa shalat di Masjidil Haram dilipatgandakan pahalanya dengan sangat besar.

4. Apakah boleh memandang Ka'bah?

Tentu boleh.

Bahkan ketika pertama kali melihat Ka'bah, seorang muslim biasanya akan merasa:

  • semakin mengagungkan Allah,

  • Semakin khusyuk,

  • Semakin bersyukur,

  • Semakin rindu beribadah.

Perasaan seperti ini adalah nikmat dari Allah. Akan tetapi, pahala tersebut berasal dari iman, dzikir, doa, rasa takut dan pengagungan kepada Allah, bukan semata-mata karena aktivitas memandang Ka'bah.

5. Apakah ada doa khusus ketika pertama melihat Ka'bah?

Tidak ada hadis shahih yang menetapkan doa khusus saat pertama kali melihat Ka'bah.

Karena itu, seseorang boleh berdoa dengan doa apa saja yang baik tanpa meyakini adanya doa khusus yang diajarkan Nabi ﷺ.

Kesimpulan

Menurut pemahaman para ulama Salafus Shalih:

  1. Hadis "Memandang Ka'bah adalah ibadah" tidak shahih, sehingga tidak boleh dijadikan dalil.

  2. Tidak ada dalil shahih yang menetapkan keutamaan khusus hanya dengan memandang Ka'bah.

  3. Yang disyariatkan adalah memperbanyak thawaf, shalat, dzikir, doa, membaca Al-Qur'an, dan ibadah lainnya di Masjidil Haram.

  4. Jika memandang Ka'bah membuat hati semakin tunduk, khusyuk, dan mengingat Allah, maka itu adalah kebaikan, namun pahalanya berasal dari amal hati dan ibadah yang dilakukan, bukan dari sekadar memandang Ka'bah itu sendiri.

Wallāhu a'lam bish-shawāb.

Akhukum filLah

UFB

0 Comments

Login untuk memberikan komentar positif
💬
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Artikel Terbaru Fauzi Basulthana