Kirim Al Fateha untuk yang sudah Wafat
3 days ago
20 views

Kirim Al Fateha untuk yang sudah Wafat

Bismillah ...Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barokatuhu ...Afwan Ustadzy... ahsanallohu ilaykum, ada titipan pertanyaan...;

Bagaimana hukumnya membacakan surat al fateha sehabis solat utk orang tua yg sdh meninggal

Karna ada bbrp pendapat yg berseliweran di youtube Dll

Ngk mana yg benar

Hdm, Dps 20260715

UFB menjawab

Bismillahirrahmanirrahim.

Jawaban singkat:

Membaca Surah Al-Fatihah secara khusus setelah shalat dengan niat menghadiahkan pahalanya kepada kedua orang tua yang telah meninggal bukanlah amalan yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ dan tidak ada dalil yang sahih yang menunjukkan beliau atau para sahabat melakukannya. Oleh karena itu, menurut pemahaman para ulama Salaf, amalan tersebut tidak disyariatkan sebagai ibadah khusus.

Yang disyariatkan adalah mendoakan kedua orang tua, bersedekah atas nama mereka, menunaikan haji atau umrah jika mereka belum sempat (dengan syarat-syaratnya), melunasi utang mereka, dan menyambung silaturahmi dengan kerabat serta sahabat mereka.

1. Al-Qur'an memerintahkan mendoakan orang tua

Allah Ta'ala berfirman:

رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

"Wahai Rabbku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku ketika kecil."

(QS. Al-Isra' : 24)

Allah juga berfirman:

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

"Ya Rabb kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan seluruh orang beriman pada hari dihisab."

(QS. Ibrahim : 41)

Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa yang diperintahkan adalah doa, bukan membaca Al-Fatihah untuk dihadiahkan.

2. Hadis tentang amalan yang bermanfaat bagi mayit

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

"Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputus amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya."

(HR. Muslim no. 1631)

Perhatikan bahwa Nabi ﷺ menyebut "mendoakannya" (يَدْعُو لَهُ), bukan membaca Al-Fatihah untuknya.

3. Kaidah ibadah harus berdasarkan dalil

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

"Barang siapa mengada-adakan dalam urusan agama kami sesuatu yang bukan darinya, maka amalan itu tertolak."

(HR. Al-Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)

Karena tidak ada contoh dari Nabi ﷺ maupun para sahabat untuk membaca Al-Fatihah setelah shalat dan menghadiahkannya kepada mayit, maka tidak boleh menjadikannya sebagai amalan rutin yang diyakini memiliki keutamaan khusus.

4. Apa yang lebih utama untuk orang tua yang telah wafat?

Yang disunnahkan adalah:

  • Mendoakan mereka.

  • Bersedekah atas nama mereka.

  • Menunaikan haji atau umrah untuk mereka bila memenuhi syarat.

  • Melunasi utang mereka.

  • Menyambung silaturahmi dengan kerabat dan sahabat mereka.

Semua ini memiliki dalil yang sahih.

Kesimpulan

Menurut pemahaman para ulama Salafus Shalih:

  • Membaca Al-Fatihah setelah shalat lalu menghadiahkan pahalanya kepada orang tua yang telah meninggal tidak memiliki dalil yang sahih secara khusus, sehingga tidak disyariatkan untuk dijadikan amalan rutin.

  • Yang benar dan paling utama adalah memperbanyak doa, sebagaimana diajarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Semoga Allah ﷻ merahmati kedua orang tua kita, mengampuni dosa-dosa mereka, melapangkan kuburnya, dan mengumpulkan kita bersama mereka di surga-Nya.

Wallahu a'lam bish-shawab.

0 Comments

Login untuk memberikan komentar positif
💬
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Artikel Terbaru Fauzi Basulthana