Kurban untuk Keluarga Almarhum
Bismillah, ustadz mohon pencerahan.apakah saat berkurban nanti, saya mengatasnamakan keluarga almarhum Totok Nugroho atau keluarga Kunthi Yulianti? terima kasih
dr Kunti, Dps 20260416
UFB menjawab
Bismillah
Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh
Masalah penamaan dalam berkurban (udhiyah), apakah atas nama diri sendiri, keluarga, atau termasuk orang yang sudah meninggal—ini dijelaskan dalam Al-Qur’an, Sunnah, dan pemahaman para ulama Salaf.
🔹 1. Hukum asal: Kurban untuk diri dan keluarga (yang masih hidup)
Allah Ta’ala berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)
Dalam praktiknya, Nabi ﷺ berkurban untuk diri dan keluarganya:
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ أَمَرَ بِكَبْشٍ أَقْرَنَ... فَذَبَحَهُ وَقَالَ:
بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ، وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ
(HR. Muslim)
Artinya:
“Dengan nama Allah, ya Allah terimalah dari Muhammad, keluarga Muhammad, dan umat Muhammad.”
👉 Ini menunjukkan:
Satu kurban boleh diniatkan untuk satu keluarga (ahlul bait), walaupun hanya satu hewan.
🔹 2. Apakah boleh diniatkan untuk orang yang sudah meninggal?
Para ulama Salaf menjelaskan:
✔️ Boleh, dengan rincian:
(A) Jika almarhum termasuk dalam niat keluarga
➡️ Maka boleh dan sah, bahkan dianjurkan
Karena Nabi ﷺ memasukkan keluarganya secara umum, termasuk yang telah wafat.
(B) Jika kurban khusus untuk mayit saja
Ada dua kondisi:
Jika ada wasiat dari almarhum → maka wajib ditunaikan
Jika tidak ada wasiat → boleh menurut sebagian ulama, tapi yang lebih utama tetap untuk diri & keluarga (yang hidup), sambil menghadiahkan pahala
🔹 3. Jawaban untuk pertanyaan Anda
Pertanyaan:
Mengatasnamakan keluarga almarhum Totok Nugroho atau keluarga Kunthi Yulianti?
✔️ Jawaban yang lebih sesuai Sunnah:
➡️ Diniatkan untuk diri sendiri dan keluarga (yang masih hidup), serta termasuk almarhum dalam niat tersebut
Misalnya dalam hati:
“Ya Allah, ini kurban dariku dan keluargaku (termasuk suami saya almarhum Totok Nugroho).”
Atau saat menyembelih:
اللَّهُمَّ هَذَا عَنِّي وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِي
“Ya Allah, ini dariku dan dari keluargaku.”
🔹 4. Kesimpulan praktis
✅ Tidak perlu dibatasi hanya nama almarhum saja
✅ Yang lebih utama: untuk keluarga (yang hidup), dan niatkan juga untuk almarhum
❌ Tidak perlu bingung memilih salah satu nama keluarga
✅ Cukup niat umum: “dari saya dan keluarga saya”
🔹 5. Catatan penting (manhaj Salaf)
Kurban adalah ibadah, maka harus mengikuti contoh Nabi ﷺ
Nabi ﷺ tidak mengkhususkan kurban hanya untuk orang mati saja tanpa sebab
Yang paling selamat: mengikuti cara beliau → mencakup keluarga secara umum
Wallohu A'lam bish-showab
Akhukum filLah
Ustadz Fauzi Basulthana
Lanjutan
Lafadz Niat & Doa Saat Menyembelih Hewan Kurban
Sesuai Sunnah Nabi ﷺ
🔹 1. Niat dalam hati
Niat tempatnya di hati, tidak wajib dilafadzkan.
Cukup hadirkan niat:
“Ini kurban saya dan keluarga saya karena Allah Ta’ala.”
Termasuk jika ingin memasukkan almarhum suami/orang tua/anggota keluarga ke dalam pahala kurban.
🔹 2. Doa ketika mulai menyembelih
📖 Lafadz Arab
بِسْمِ اللَّهِ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ
اللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي وَمِنْ أَهْلِ بَيْتِي
🌿 Terjemah
“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.
Ya Allah, ini berasal dari-Mu dan untuk-Mu.
Ya Allah, terimalah kurban ini dariku dan dari keluargaku.”
🔹 3. Jika ingin menyebut almarhum
Boleh ditambahkan:
📖 Arab
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي وَمِنْ أَهْلِ بَيْتِي وَمِنْ فُلَانٍ
Contoh:
وَمِنْ تُوتُكْ نُوجْرُوهُ
(Disesuaikan penyebutan namanya)
🌿 Artinya
“Ya Allah, terimalah dari saya, keluarga saya, dan dari almarhum Fulan.”
Namun yang lebih baik tidak memberatkan diri dengan banyak penyebutan nama. Cukup:
وَمِنْ أَهْلِ بَيْتِي
“dan dari keluargaku”
karena itu sudah mencakup semuanya insyaAllah.
🔹 4. Dalil doa ini
Dari hadits Aisyah رضي الله عنها:
بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ
(HR. Muslim)
Dan dari Jabir رضي الله عنه:
اللَّهُمَّ هَذَا عَنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ
(HR. Abu Dawud, dishahihkan sebagian ulama)
🔹 5. Adab penting saat menyembelih
Sunnah-sunnah yang dianjurkan:
Menghadap kiblat jika mudah
Membaca basmalah dan takbir
Menggunakan pisau yang tajam
Tidak menyiksa hewan
Menajamkan pisau sebelum hewan dibaringkan
Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ... وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
(HR. Muslim)
Artinya:
“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan pada segala sesuatu... hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan membuat sembelihannya nyaman.”
🔹 Contoh Praktis Singkat di Lapangan
Saat akan menyembelih:
بِسْمِ اللَّهِ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ
اللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي وَمِنْ أَهْلِ بَيْتِي
Terjemah:
“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu. Ya Allah terimalah dari saya dan keluarga saya.”