Majelis Ilmu bahasa Asing
Bismillah ...Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barokatuhu ...Afwan Ustadzy... ahsanallohu ilaykum, ada titipan pertanyaan...; Bismillah.. Ust bagaimana hukumnya duduk d majelis ilmu meski ga ngerti dengan bahasanya?
Umm Hisy, Mekkah 20260705
UFB menjawab
Wa'alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh.
Bismillah walhamdulillah, washshalatu wassalamu 'ala Rasulillah, wa ba'du.
Jawaban singkat:
Hukum menghadiri majelis ilmu meskipun belum memahami bahasa yang digunakan adalah boleh, bahkan dianjurkan, selama majelis tersebut adalah majelis Ahlus Sunnah yang mengajarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai pemahaman Salafus Shalih. Kehadiran tersebut tetap mengandung banyak keberkahan dan manfaat, walaupun pemahamannya belum sempurna. Namun, hendaknya ia tetap berusaha mempelajari bahasa yang digunakan agar dapat mengambil ilmu dengan lebih baik.
Dalil dari Al-Qur'an
Allah Ta'ala berfirman:
فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَائِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
"Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya agar mereka dapat menjaga diri." (QS. At-Taubah: 122)
Ayat ini menunjukkan keutamaan menghadiri majelis ilmu untuk belajar agama.
Allah juga berfirman:
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
"Dan katakanlah: 'Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu.'” (QS. Thaha: 114)
Dalil dari As-Sunnah
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
"Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim no. 2699)
Beliau ﷺ juga bersabda:
إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا
Para sahabat bertanya, "Apakah taman-taman surga itu?"
Beliau menjawab:
حِلَقُ الذِّكْرِ
"Majelis-majelis zikir (majelis ilmu)." (HR. At-Tirmidzi; dinilai hasan oleh sebagian ulama)
Penjelasan menurut pemahaman Salaf
Para ulama Salaf menjelaskan bahwa menghadiri majelis ilmu merupakan ibadah yang agung. Seseorang yang belum memahami seluruh isi kajian tetap mendapatkan manfaat, di antaranya:
Mendapat pahala karena menghadiri majelis ilmu.
Mendapat rahmat dan ketenangan dari Allah.
Hatinya menjadi terbiasa mencintai ilmu dan ulama.
Sedikit demi sedikit akan mulai memahami istilah dan bahasa yang digunakan.
Dapat bertanya atau mencari penjelasan setelah kajian selesai.
Dalam hadis sahih Rasulullah ﷺ bersabda:
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
"Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya bersama-sama, melainkan turun kepada mereka ketenangan, mereka diliputi rahmat, dikelilingi para malaikat, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya." (HR. Muslim no. 2699)
Hadis ini tidak mensyaratkan seluruh peserta harus langsung memahami seluruh isi majelis.
Namun ada beberapa adab yang perlu diperhatikan
Berusaha mempelajari bahasa yang digunakan dalam kajian, khususnya bahasa Arab karena ia adalah bahasa Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Jika memungkinkan, mengikuti kajian yang ada penerjemahnya atau rekaman yang telah diterjemahkan.
Mencatat istilah-istilah yang belum dipahami lalu bertanya kepada ustaz atau penuntut ilmu yang lebih paham.
Jangan merasa cukup hanya hadir tanpa berusaha memahami, karena tujuan utama majelis ilmu adalah memperoleh ilmu yang bermanfaat dan diamalkan.
Kesimpulan
Menghadiri majelis ilmu meskipun belum memahami bahasanya dibolehkan dan tetap dianjurkan, karena terdapat pahala dan keberkahan dalam menghadirinya. Akan tetapi, seorang penuntut ilmu hendaknya bersungguh-sungguh mempelajari bahasa tersebut agar dapat memahami Al-Qur'an, As-Sunnah, dan penjelasan para ulama dengan benar. Semakin besar pemahamannya, semakin besar pula manfaat ilmu yang akan diperoleh.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Akhukum filLah
UFB