Mencari Lailatul Qadar
a month ago
40 views
Ary Edithia

21 Ramadhan 1447H
Masjid Al-falah Kerta-rahayu
Sidakarya- Denpasar


Ustadz, Zainuddin LC
Keutamaan Lailatul Qadar & Ibadah di 10 Malam Terakhir

بسم الله 
الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات

 1. Isyarat Besarnya Lailatul Qadar

Dalam Al-Qur’an ada ungkapan:

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

“Wa mā adrāka mā laylatul qadr.”

Tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu?”
"Ungkapan ini menunjukkan bahwa sesuatu yang disebut setelahnya adalah perkara yang sangat besar dan agung.

2. Keutamaan Lailatul Qadar

Allah menjelaskan:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Laylatul qadri khairun min alfi syahr.”

Artinya:

Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.
Seribu bulan ≈ 83–84 tahun.
Artinya satu malam ibadah nilainya seperti ibadah sepanjang umur manusia.

3. Ciri-ciri Malam Qadar

Allah berfirman:

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا

“Tanazzalul malāikatu war-rūḥu fīhā.”

Artinya:
Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril).

Dan Allah menutup ayat dengan:

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Salāmun hiya ḥattā maṭla’il fajr.”

Artinya:
Malam itu penuh keselamatan sampai terbit fajar.
Ketika malaikat turun, suasana penuh ketenangan dan kedamaian.

4. Teladan Rasulullah di 10 Malam Terakhir

Aisyah RA meriwayatkan:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya:
Ketika masuk sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.
ini menunjukkan bahwa Rasulullah sangat bersungguh-sungguh di 10 malam terakhir.

5. Mencari Lailatul Qadar

Rasulullah bersabda

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

(HR. Bukhari)

Artinya:
Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Dalam riwayat lain disebutkan: Carilah pada malam-malam ganjil.
Karena itu jangan memilih-milih malam, tetapi hidupkan seluruh 10 malam terakhir.

6. Tidak Harus Iktikaf

Rasulullah memang melakukan iktikaf agar lebih fokus beribadah.

Namun iktikaf bukan syarat mendapatkan Lailatul Qadar.

Siapapun bisa mendapatkannya selama sedang dalam keadaan beribadah. Termasuk:

  • wanita yang sedang haid

  • orang yang bekerja malam

  • orang yang tidak bisa ke masjid

  • Karena ibadah tidak hanya sholat.

7. Bentuk Ibadah yang Bisa Dilakukan

Ibadah di malam hari bisa berupa:

  • Sholat

  • Membaca Al-Qur’an

  • Dzikir

  • Doa

  • Sedekah

  • Memberi makan sahur

8. Keutamaan Sholat di Malam Qadar

Rasulullah bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya:
Siapa yang beribadah pada malam Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

9. Doa yang Dianjurkan

Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah:

Jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar, doa apa yang harus aku baca?

Rasulullah menjawab:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”

Artinya:
Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.
(HR. Tirmidzi)

10. Malam Qadar adalah Malam Takdir

Allah berfirman:

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

(QS. Ad-Dukhan: 4)

 Artinya:
Pada malam itu ditetapkan segala urusan yang penuh hikmah.
Para ulama menjelaskan:
Pada malam ini ditentukan takdir manusia untuk satu tahun ke depan.
Karena itu perbanyak doa memohon takdir yang baik.

11. Penutup

Gunakan 10 malam terakhir Ramadhan dengan maksimal:

  1. Sholat

  2. Dzikir

  3. Doa

  4. Sedekah

Karena kita tidak tahu apakah masih bertemu Ramadhan tahun depan atau tidak.

Semoga Allah memberikan kita kesempatan mendapatkan Lailatul Qadar.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

0 Comments

Login untuk memberikan komentar positif
Belum ada komentar
Artikel Terbaru Ary Edithia