Mudik malah bingung hari raya
Bismillah ...Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barokatuhu ...
Afwan Ustadzy... ada titipan pertanyaan;
Awal Ramadan ikut pemerintah akhirnya ikut ormas
Asatidzah
Pertanyaan ini datang berulang kali.
Sebagian kaum muslimin ada yang pulang kampung dan di kampungnya rata-rata mengikuti Muhammadiyah untuk Idul Fitri padahal awalnya ikut pemerintah.
Untuk tempat shalat Id yang mengikuti pemerintah jauh (sekali).
Apa yang sebaiknya dia lakukan untuk salat ied-nya?
Jazaakumullaahu khairan.
Fulan, Madinah 20260317
UFB menjawab
Wa’alaikumussalām warahmatullāhi wabarakātuh.
Masalah ini memang sering terjadi, dan jawabannya perlu dikembalikan kepada dalil syar’i dan pemahaman para ulama Salaf, dengan tetap menjaga persatuan dan menghindari perpecahan.
🌙 Kaidah dasar dalam penentuan Ramadhan & Id
1. Mengikuti jamaah dan pemimpin (pemerintah)
Rasulullah ﷺ bersabda:
الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالْأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ
“Puasa adalah hari ketika kalian semua berpuasa, Idul Fitri adalah hari ketika kalian semua berbuka, dan Idul Adha adalah hari ketika kalian semua berkurban.”
(HR. Tirmidzi no. 697)
Maknanya sebagaimana dijelaskan para ulama:
➡️ Mengikuti jamaah kaum muslimin dan pemimpin mereka.
Allah juga berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, Rasul, dan pemimpin di antara kalian.”
(QS An-Nisa: 59)
🧭 Penjelasan ulama Salaf & kontemporer
Imam Ahmad رحمه الله berkata:
“Berpuasa dan berhari raya bersama imam dan jamaah kaum muslimin.”
Syaikh Ibnu Utsaimin رحمه الله berkata:
“Jika manusia berada di suatu negeri, maka hendaknya mereka mengikuti pemerintahnya dalam puasa dan hari raya.”
⚖️ Kasus yang ditanyakan
👉 Seseorang:
Awalnya ikut pemerintah (awal Ramadhan)
Lalu pulang kampung
Di kampung mayoritas ikut ormas (Muhammadiyah)
Shalat Id versi pemerintah sangat jauh
✅ Apa yang sebaiknya dilakukan?
🔹 Jawaban ringkas:
➡️ Dia shalat Id bersama kaum muslimin yang ada di tempat dia berada (jamaah setempat), walaupun berbeda dengan pemerintah.
📌 Penjelasannya
1. Kaidah: mengikuti tempat (jamaah setempat)
Dalam kondisi seperti ini, para ulama menjelaskan:
➡️ Hukum mengikuti jamaah berlaku sesuai tempat keberadaan.
Karena hadis:
الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ...
menunjukkan keterikatan dengan jamaah yang sedang bersama kita.
2. Menghindari perpecahan dan kesulitan
Jika dia memaksakan:
Harus ikut pemerintah
Tapi tempatnya jauh sekali
Atau harus shalat sendiri
➡️ Ini menyelisihi tujuan syariat yaitu persatuan dan kemudahan.
Allah berfirman:
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
“Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesulitan.”
(QS Al-Baqarah: 185)
3. Fatwa ulama dalam kasus serupa
Syaikh Ibnu Utsaimin رحمه الله menjelaskan:
“Jika seseorang berada di negeri yang berbeda dalam penetapan hilal, maka ia mengikuti negeri tempat ia berada.”
Ini berlaku untuk:
Puasa
Berbuka
Shalat Id
⚠️ Catatan penting
Namun perlu diperhatikan:
✔ Jika masih memungkinkan ikut pemerintah tanpa kesulitan besar
➡️ Maka itu lebih utama.
✔ Jika sulit (jauh, tidak ada jamaah)
➡️ Maka ikut jamaah setempat lebih tepat.
🎯 Kesimpulan
Dalam kasus ini:
👉 Lebih tepat dia shalat Id bersama kaum muslimin di kampung (jamaah setempat) walaupun berbeda dengan pemerintah, karena:
Mengikuti jamaah di tempat dia berada
Menghindari perpecahan
Sesuai kaidah para ulama Salaf
Menghilangkan kesulitan
🧠 Ringkasan sederhana
Ideal: ikut pemerintah
Kondisi safar/pindah tempat: ikut jamaah setempat
Prinsip utama: persatuan & kemudahan.
Wallohu A'lam bish-showab
Akhukum filLah
Ustadz Fauzi Basulthana