MUHASABAH AKHIR TAHUN HIJRIYAH
Berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah Menurut Pemahaman Salafus Shalih
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:
Pendahuluan
Pergantian tahun Hijriyah merupakan salah satu momentum yang dapat dimanfaatkan seorang muslim untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri). Namun perlu dipahami bahwa dalam syariat Islam tidak ada amalan khusus, doa khusus, shalat khusus, dzikir khusus, atau perayaan khusus yang disyariatkan pada akhir atau awal tahun Hijriyah.
Muhasabah yang benar adalah muhasabah yang dilakukan setiap saat, sebagaimana jalan para Salafus Shalih.
I. Perintah Muhasabah dalam Al-Qur'an
Allah Ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah dia persiapkan untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan."
(QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat ini merupakan landasan utama muhasabah.
Berkata sahabat yang mulia :
حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا
"Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah amal kalian sebelum ditimbang."
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam Muhasabatun Nafs)
II. Umur adalah Nikmat yang Akan Dipertanggungjawabkan
Setiap pergantian tahun berarti umur semakin berkurang dan kematian semakin dekat.
Allah Ta'ala berfirman:
وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ
"Dan tidak seorang pun mengetahui apa yang akan dikerjakannya besok dan tidak seorang pun mengetahui di bumi mana dia akan mati."
(QS. Luqman: 34)
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ
"Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang empat perkara."
Di antaranya:
وَعَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ
"Tentang umurnya untuk apa dia habiskan."
(HR. At-Tirmidzi, hasan shahih)
Karena itu seorang mukmin tidak bergembira semata-mata karena bertambah usia, tetapi memikirkan apa yang telah ia persiapkan untuk akhirat.
III. Hakikat Orang yang Beruntung dan Merugi
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ
"Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya."
Dan beliau bersabda:
وَشَرُّ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ
"Seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya dan buruk amalnya."
(HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, shahih)
Maka ukuran keberuntungan bukanlah panjang umur, tetapi kualitas amal selama umur tersebut.
IV. Muhasabah yang Dilakukan Salafus Shalih
Para Salaf sangat memperhatikan waktu.
Berkata :
يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ، كُلَّمَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ
"Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari-hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka sebagian dari dirimu telah pergi."
(Hilyatul Auliya')
Beliau juga berkata:
لَا تَلْقَى الْمُؤْمِنَ إِلَّا يُحَاسِبُ نَفْسَهُ
"Tidaklah engkau dapati seorang mukmin kecuali ia senantiasa menghisab dirinya."
(Ighatsatul Lahfan)
V. Hal-hal yang Perlu Dimuhasabahi di Akhir Tahun
1. Muhasabah Tauhid dan Akidah
Allah berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
(QS. Adz-Dzariyat: 56)
Pertanyaan yang harus diajukan:
Apakah tauhid kita semakin baik?
Apakah masih ada kesyirikan, perdukunan, jimat, ramalan dan semisalnya?
Apakah ibadah kita ikhlas karena Allah?
2. Muhasabah Shalat
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ الصَّلَاةُ
"Sesungguhnya amalan pertama yang dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya."
(HR. Abu Dawud dan An-Nasa'i, shahih)
Apakah shalat lima waktu terjaga? Apakah shalat berjamaah dijaga? Apakah kekhusyukan semakin baik?
3. Muhasabah Al-Qur'an
Rasulullah ﷺ bersabda:
اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
"Bacalah Al-Qur'an karena ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya."
(HR. Muslim)
Sudah berapa banyak Al-Qur'an yang dibaca tahun ini? Sudahkah diamalkan isinya?
4. Muhasabah Dosa dan Taubat
Allah Ta'ala berfirman:
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang beriman agar kalian beruntung."
(QS. An-Nur: 31)
Rasulullah ﷺ bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّي أَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ
"Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya seratus kali setiap hari."
(HR. Muslim)
VI. Muhasabah Tidak Boleh Menjadi Perayaan Bid'ah
Perlu diingat bahwa para sahabat, tabi'in dan imam-imam Salaf tidak pernah mengadakan:
Perayaan malam 1 Muharram.
Doa akhir tahun khusus.
Doa awal tahun khusus.
Dzikir khusus pergantian tahun.
Shalat khusus akhir tahun.
Karena ibadah harus berdasarkan dalil.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
"Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan agama kami sesuatu yang bukan darinya maka amalan itu tertolak."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
VII. Penutup dan Renungan
Setahun telah berlalu.
Berapa banyak dosa yang telah dilakukan?
Berapa banyak shalat yang kurang sempurna?
Berapa banyak kesempatan dakwah yang terlewat?
Berapa banyak Al-Qur'an yang telah dibaca?
Berapa banyak amal yang benar-benar ikhlas?
Allah Ta'ala berfirman:
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran."
(QS. Al-'Ashr: 1–3)
Kesimpulan
Muhasabah akhir tahun Hijriyah yang sesuai manhaj Salaf bukanlah dengan perayaan atau ritual khusus, tetapi dengan:
Mengingat berkurangnya umur.
Menghisab amal selama setahun.
Memperbanyak taubat.
Memperbaiki tauhid dan ibadah.
Menyusun target amal saleh untuk tahun berikutnya.
Menjauhi segala bentuk bid'ah yang tidak dicontohkan Rasulullah ﷺ dan para sahabat.
نسأل الله أن يجعل أعمارنا في طاعته، وأن يختم لنا بخير، وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. آمين.