Pelajaran dari Gua Tsur
17 days ago
34 views

Pelajaran dari Gua Tsur dan Perjalanan Hijrah Rasulullah ﷺ ke Madinah

Pendahuluan

Hijrah Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah merupakan salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah Islam. Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi perpindahan dari kelemahan menuju kekuatan, dari penindasan menuju tegaknya syariat Allah.

Allah mengabadikan peristiwa ini dalam Al-Qur'an.

Dalil Al-Qur'an

Allah Ta'ala berfirman:

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا...

"Jika kalian tidak menolongnya, maka sungguh Allah telah menolongnya ketika orang-orang kafir mengusirnya, sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada di dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya: 'Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.'"

(QS. At-Taubah: 40)

Mengapa Rasulullah ﷺ Bersembunyi di Gua Tsur?

Kaum Quraisy telah sepakat membunuh Rasulullah ﷺ.

Allah memberitahukan rencana tersebut melalui Malaikat Jibril sehingga beliau keluar malam hari menuju rumah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Namun beliau tidak langsung menuju Madinah, tetapi menuju arah selatan ke Gua Tsur agar mengecoh kaum Quraisy.

Ini menunjukkan bolehnya menggunakan strategi dalam dakwah tanpa mengurangi tawakal kepada Allah.

Berapa Lama Rasulullah ﷺ Tinggal di Gua Tsur?

Menurut riwayat shahih dalam Shahih Al-Bukhari, beliau tinggal:

ثَلَاثَ لَيَالٍ

"Tiga malam."

(HR. Al-Bukhari)

Siapa Saja yang Membantu Rasulullah ﷺ saat hijrah?

1. Abu Bakar radhiyallahu 'anhu

Beliau menemani Rasulullah ﷺ selama perjalanan.

Allah mengabadikan kemuliaannya:

إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ

"...ketika beliau berkata kepada sahabatnya..."

(QS. At-Taubah:40)

Para ulama Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa ayat ini merupakan dalil utama keutamaan Abu Bakar.

Kisah di Dalam Gua

Abu Bakar masuk terlebih dahulu.

Beliau menutup semua lubang gua menggunakan kain.

Satu lubang tersisa lalu beliau menutupnya dengan telapak kaki.

Kemudian seekor ular (atau hewan berbisa menurut sebagian riwayat) menggigit beliau.

Namun beliau tetap diam agar Rasulullah ﷺ tidak terbangun.

Air matanya menetes mengenai wajah Nabi ﷺ.

Lalu Rasulullah ﷺ mendoakannya sehingga rasa sakit hilang.

Riwayat ini disebutkan oleh para ahli sirah, namun rincian kisah gigitan tersebut diperselisihkan derajat sanadnya. Yang pasti menurut riwayat shahih adalah Abu Bakar menunjukkan pengorbanan luar biasa dalam menjaga Rasulullah ﷺ.

2. Asma binti Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anha

Beliau mengantarkan makanan.

Karena tidak ada tali, beliau membelah ikat pinggangnya menjadi dua.

Rasulullah ﷺ memberinya gelar:

ذات النطاقين

"Pemilik dua ikat pinggang."

(HR. Al-Bukhari)

3. Abdullah bin Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu

Tugasnya:

  • Mendengar berita Quraisy siang hari.

  • Malam hari menyampaikan laporan kepada Rasulullah ﷺ.

Dalam Shahih Bukhari disebutkan beliau sangat cerdas dan mampu menyembunyikan pergerakannya.

4. Amir bin Fuhairah radhiyallahu 'anhu

Beliau adalah bekas budak Abu Bakar.

Tugasnya:

  • Menggembalakan kambing.

  • Mengantarkan susu.

  • Menghapus jejak kaki Abdullah bin Abu Bakar menggunakan kambing.

Disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari.

5. Penunjuk Jalan (Guide)

Namanya adalah: Abdullah bin Uraiqith

Beliau saat itu belum masuk Islam, tetapi terkenal sangat amanah dan ahli mengetahui jalur padang pasir.

Rasulullah ﷺ menyewa jasanya.

Ini menunjukkan bolehnya bekerja sama dengan non-Muslim dalam urusan dunia selama terpercaya dan tidak membahayakan kaum Muslimin.

Kapan Abdullah bin Uraiqith Menemui Rasulullah ﷺ?

Setelah tiga malam di Gua Tsur.

Beliau datang membawa dua unta milik Abu Bakar.

Kemudian mereka memulai perjalanan menuju Madinah.

Siapa Saja yang Ikut Keluar dari Gua?

  1. Rasulullah ﷺ

  2. Abu Bakar Ash-Shiddiq

  3. Abdullah bin Uraiqith (guide)

  4. Amir bin Fuhairah

Siapa yang Menemukan Persembunyian Mereka?

Orang-orang Quraisy berhasil sampai tepat di depan mulut Gua Tsur.

Abu Bakar berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ نَظَرَ إِلَى قَدَمَيْهِ لَرَآنَا

"Wahai Rasulullah, seandainya salah seorang dari mereka melihat ke bawah kakinya, niscaya dia akan melihat kita."

Rasulullah ﷺ menjawab:

مَا ظَنُّكَ بِاثْنَيْنِ اللَّهُ ثَالِثُهُمَا

"Apa pendapatmu tentang dua orang yang Allah adalah Yang Ketiga bersama mereka?"

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Allah menjaga Rasulullah ﷺ sehingga mereka tidak melihat beliau.

Adapun kisah laba-laba membuat sarang dan burung merpati bertelur di mulut gua, meskipun masyhur dalam buku-buku sirah, riwayatnya tidak shahih menurut banyak ahli hadis seperti dan ulama lainnya.

Kapan Abdullah bin Uraiqith Masuk Islam?

Para ahli sejarah berbeda pendapat.

Tidak terdapat hadis shahih yang menetapkan kapan beliau masuk Islam. Sebagian ahli sirah menyebut beliau kemudian memeluk Islam setelah hijrah, tetapi riwayat tersebut tidak memiliki sanad yang kuat. Oleh karena itu, sikap yang selamat adalah tidak memastikan waktu keislamannya.

Berapa Lama Perjalanan dari Makkah ke Madinah?

Rasulullah ﷺ keluar dari Gua Tsur pada awal bulan Rabi'ul Awwal.

Beliau tiba di daerah pada hari Senin, 12 Rabi'ul Awwal menurut pendapat yang masyhur di kalangan ahli sirah, setelah menempuh perjalanan sekitar 8–10 hari sejak keluar dari Gua Tsur (dan sekitar 13 hari sejak meninggalkan Makkah jika termasuk tiga malam di Gua Tsur).

Di Quba beliau tinggal beberapa hari dan membangun , kemudian memasuki .

Pelajaran-Pelajaran dari Gua Tsur

1. Tawakal harus disertai ikhtiar

Rasulullah ﷺ membuat strategi yang sangat matang, tetapi tetap bertawakal kepada Allah.

2. Keutamaan Abu Bakar

Beliau menjadi satu-satunya sahabat yang menemani Rasulullah ﷺ dalam hijrah.

3. Seluruh anggota keluarga dapat berperan dalam dakwah

Asma, Abdullah, dan Amir bin Fuhairah masing-masing memiliki tugas penting.

4. Amanah adalah sifat yang sangat berharga

Rasulullah ﷺ mempercayai Abdullah bin Uraiqith karena amanah dan profesional.

5. Allah menjaga para wali-Nya

Walaupun musuh berada sangat dekat, Allah menyelamatkan Rasul-Nya.

6. Dakwah memerlukan perencanaan

Hijrah menunjukkan pentingnya strategi, pembagian tugas, kerahasiaan, dan persiapan yang matang.

7. Persahabatan karena iman

Persahabatan Rasulullah ﷺ dengan Abu Bakar dibangun atas iman, pengorbanan, dan kecintaan kepada Allah.

Penutup

Peristiwa Gua Tsur merupakan pelajaran besar tentang iman, tawakal, perencanaan, pengorbanan, dan persahabatan. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa seorang mukmin harus menggabungkan sebab-sebab yang dibenarkan syariat dengan keyakinan penuh kepada Allah. Sebagaimana firman-Nya:

إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

"Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita."

(QS. At-Taubah: 40)

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang meneladani hijrah Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya dalam keimanan, kesabaran, dan pengorbanan. Aamiin.

Wallohu A'lam bish-showab

Akhukum filLah

Ustadz Fauzi Basulthana

Mekkah 19 Muharram 1448 / 4 Juli 2026

0 Comments

Login untuk memberikan komentar positif
💬
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Artikel Terbaru Fauzi Basulthana