Pemahaman Salaf dalam Atribusi Sifat Allah
8 months ago
25 views

Pemahaman Salaf dalam Atribusi Sifat Allah

Syaikh Nashir bin Abd al Karim dalam karyanya “Syarh Aqidah as-Salaf Ashab al Hadits” membahas pemahaman salaf menganai sifat-sifat Allah.

Corak penulisannya dan gagasannya mengacu kepada konsep itsbat (penetapan) sifat Allah sebagaimana adanya tanpa tahrif, ta’til, takyif, maupun tamtsil.

Fokus kajian beliau adalah memahami kaedah “ "إﺟراء اﻟﻠﻔظ ﻋﻠﻰ اﻟظﺎھر

secara konseptual. Bagaimana memahami atau memfungsikan lafaz sesuai dengan makna zahirnya, yang mana ini menjadi prinsip utama dalam pendekatan Salaf terhadap

sifat-sifat Allah.

Dalam konteks ini, beliau menyuguhkan kajian kritis terkait cara memahami perbedaan perspektif tentang makna zahir.

■ Pertama, makna zahir yang dianut oleh Salaf yaitu makna hakiki yang sesuai dengan kebesaran Allah.

‎اﻟﺣﻘﯾﻘﺔ اﻟﺗﻲ ﺗﻠﯾق ﺑﺎ

Contoh, dalam QS. Al-Maidah:64, kata “tangan” ( (ﯾدdipahami sebagai sifat yang hakiki, tetapi tidak menyerupai tangan makhluk.

Hal ini sesuai dengan prinsip

‎إﺛﺑﺎت ﺑﻼ ﺗﺷﺑﯾﮫ

“Menetapkan sifat tanpa menyerupakan.”

■ Kedua, makna yang ditolak oleh Salaf, yaitu makna lughowiyah. Berangkat dari ini, ﯾد" “ akan melahirkan makna yang menyerupai makhluk, misalnya menafsirkan sebagai tangan secara fisik seperti manusia. Jika dipahami secara lughowiyah maka akan membawa kepada tajsim (penjisim-an Allah).

Oleh karena itu, kelompok Jahmiyah dan Asy’ariyah melakukan takwil dan menolak pemaknaan zahir.Dalam hal ini beliau menegaskan bahwa ada kekeliruan dalam memahami makna zahir

Penulis : Ustadz. Riza Ashfari Mizan, BA.

0 Comments

Login untuk memberikan komentar positif
Belum ada komentar
Artikel Terbaru Riza Ashfari Mizan