Pernikahan Yang Diharapkan
3 hours ago
2 views

وَمِن آياتِهِ أَن خَلَقَ لَكُم مِن أَنفُسِكُم أَزواجًا لِتَسكُنوا إِلَيها وَجَعَلَ بَينَكُم مَوَدَّةً وَرَحمَةً إِنَّ في ذلِكَ لَآياتٍ لِقَومٍ يَتَفَكَّرونَ [الروم: ٢١]

Poin-poin dari ayat di atas adalah

1. Pernikahan itu tanda (ayat Allah). Tidak ada yang kecil. Tapi hakekatnya itu besar sekali. Bukan hal biasa. Maka, renungkan kembali dan tadabburi lagi. Yaitu hasil dari pernikahan kita.

2. Pasangan. Ini tidak hanya antara laki-laki dan perempuan. Tapi ini tentang pasangan yang tidak sama dengan orang yang kita cintai. Yang pasangan itu yang berbeda tapi saling menyempurnakan dalam canvas kehidupan. Karena pasangan itu berbeda. Ada kanan kiri, ada siang malam, dan ada matahari bulan. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri dan saling mengerti satu sama lain.

3. Bab nikah adalah di dalamnya terdapat sakinah atau ketenangan. Maka, nikah itu harus tenang dulu. Dan itu perlu persiapan. Nikah itu tidak tentang keresahan hati yang lama menjomblo, dan bukan tentang lamanya menanti pasangan. Namun, nikah itu mempersiapkan diri untuk tenang dalam telaga keharmonisan dalam berumah tangga.

4. Mawaddah, dia terlahir dalam sikap. Sedangkan mahabbah itu dilahirkan dari rasa dalam hati. Nikah itu tidak hanya rasa yang disalurkan. Tapi, ia butuh sikap dan akhlak untuk menjadi cinta yang utuh. Itulah namanya mawaddah bukan mahabbah.

5. Warohmah. Saat nanti ia mendapatkan keturunan. Maka akan lahir keluarga yang penuh keberkahan. Keluarga yang diselimuti oleh lentera ketakwaan. Lalu memancarkan aura kebahagiaan. Itulah kenapa lahirnya warohmah berawal dari mawaddah. Saling cinta dan kasih di antara anggota keluarga.

0 Comments

Login untuk memberikan komentar positif
Belum ada komentar
Artikel Terbaru Riza Ashfari Mizan