Ibadah qurban bukan sekadar menyembelih hewan pada hari Idul Adha. Di baliknya, ada banyak makna yang sangat mendalam. Karena itu, qurban layak dipahami sebagai ibadah yang membentuk hati, menguatkan iman, dan menata hubungan kita dengan Allah maupun sesama.
Pertama, qurban menumbuhkan takwa. Inilah inti utama dari qurban. Seorang Muslim berqurban bukan hanya karena tradisi, tetapi karena ingin mendekat kepada Allah dengan ketaatan yang tulus.
Kedua, qurban melatih empati. Ketika seseorang rela menyembelih hewan terbaik yang ia miliki, lalu membagikan dagingnya kepada orang lain, di sana tumbuh rasa peduli terhadap saudara-saudara yang membutuhkan.
Ketiga, qurban menumbuhkan rasa memberi. Ibadah ini mengajarkan bahwa harta bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga untuk dibagikan kepada orang lain dalam suasana kebahagiaan.
Keempat, qurban menjadi pemutus cinta dunia. Penyembelihan hewan qurban mengingatkan bahwa harta, kepemilikan, dan kecintaan berlebihan kepada dunia harus dikendalikan. Ada nilai pengorbanan yang sangat kuat di dalamnya.
Kelima, qurban membutuhkan keikhlasan. Tanpa keikhlasan, qurban hanya menjadi kegiatan lahiriah. Karena itu, seorang muslim perlu membersihkan niatnya agar qurban benar-benar menjadi ibadah yang diterima.
Keenam, qurban melatih keikhlasan dengan menyadari bahwa tidak ada kekuatan dan kemampuan kecuali dengan pertolongan Allah. Kesadaran ini membuat seseorang tidak merasa hebat sendiri, melainkan bergantung kepada Allah dalam setiap amalnya.
Ketujuh, qurban mengajarkan kita untuk ikhlas dalam memperbaiki amalan-amalan yang cacat. Tidak semua amal manusia sempurna. Karena itu, qurban menjadi momen untuk memperbaiki niat, menata kembali amal, dan membersihkan kekurangan-kekurangan yang ada.
Kedelapan, qurban mengingatkan agar kita menjauhi dosa-dosa yang menumbuhkan sombong dan riya’. Dalam al-Wabil ash-Shayyib halaman 13, hal ini ditegaskan sebagai penyakit hati yang sangat berbahaya bagi amal.
Kesembilan, qurban sejalan dengan tujuan maqasid syari‘ah, khususnya dalam menjaga harta. Islam tidak mengajarkan pemborosan, tetapi mengarahkan harta agar digunakan pada jalan yang diridhai Allah dan membawa maslahat.
Kesepuluh, qurban menumbuhkan rasa memiliki atau sense of belonging. Dengan semangat ini, kita merasa satu saudara dan satu keluarga dalam Islam. Dari situlah tumbuh kebahagiaan untuk saling berbagi kepada sesama Muslim.
Kesebelas, qurban membuat seorang hamba lebih dekat kepada Allah. Tetapi kedekatan itu hanya terwujud jika qurban dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Bila itu terjaga, maka inti qurban benar-benar tercapai, yaitu takwa. Dan dengan takwa, rasa empati kepada sesama akan tumbuh lebih mudah, karena itulah salah satu cermin orang yang beriman.