Puasa Ramadhan 31 hari
Awal Puasa ikut ormas akhir Ramadhan ikut pemerintah
Assalamu'alaikum Ustad.
Dalam Ramadhan.
Wah sudah di saudi sekarang kumpul keluarga ya.
O ya ustadz mau tanya :
Berkaitan dengan awal puasa kami sekeluarga mengikut pd Ulil Amri (Pemerintah) .
Namun saat mengakhiri puasa apakah boleh mengikut ketetapan Yang di tetapkan oleh ormas tersebut.
Jadi puasa kami 29 hari.
Mohon pencerahannya.
Sukton sebelumnya.
Salam keluarga semua.
Takaballallah Mana Waminkum
Minal Aidin walfaidzin
Anas dan keluarga
AB, Dps 20260319
UFB menjawab
Wa’alaikumussalām warahmatullāhi wabarakātuh.
Bismillāh, semoga Allah menerima amal kita semua. Perlu diingat bahwa bilangan bulan² Hijriyah itu kalau tidak 29 maka 30 hari, tidak ada 31 hari, nah bagaimana solusinya?
🌙 Kaidah Besar dalam Masalah Ini
1. Wajib mengikuti jamaah (pemerintah) dalam puasa & Id
Rasulullah ﷺ bersabda:
الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ
“Puasa adalah hari ketika kalian berpuasa (bersama), dan berbuka adalah hari ketika kalian berbuka (bersama).”
(HR. Tirmidzi no. 697)
➡️ Maknanya: ikut jamaah kaum muslimin dan pemimpin mereka.
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ
(QS An-Nisa: 59)
🧭 Kasus yang ditanyakan
Awal Ramadhan → ikut pemerintah
Ingin mengakhiri → ikut Ormas
Hasilnya → puasa hanya 29 hari
Padahal pemerintah belum menetapkan Id
⚖️ Jawaban yang benar
❌ Tidak boleh berpindah di tengah (awal ikut pemerintah, akhir ikut ormas)
➡️ Yang benar:
✅ Tetap mengikuti pemerintah sampai akhir (Id)
📌 Kenapa tidak boleh?
1. Karena akan menyelisihi jamaah
Jika dia ikut Ormas untuk Id sementara pemerintah belum:
➡️ Dia akan berbuka sendirian (tidak bersama jamaah)
Padahal Nabi ﷺ bersabda:
الْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ
“Berbuka adalah hari ketika kalian semua berbuka.”
2. Para ulama menegaskan harus konsisten
Syaikh Ibnu Utsaimin رحمه الله berkata:
“Manusia hendaknya berpuasa bersama pemerintahnya dan berbuka bersama pemerintahnya.”
➡️ Tidak boleh:
Awal ikut satu pihak
Akhir ikut pihak lain
3. Tujuan syariat adalah persatuan
Allah berfirman:
وَلَا تَفَرَّقُوا
“Dan janganlah kalian berpecah belah.”
(QS Ali Imran: 103)
⚠️ Catatan penting
➡️ Puasa 29 hari itu sah secara jumlah
TAPI ❗
➡️ Cara menentukannya harus bersama jamaah, bukan sendiri atau pindah-pindah.
🎯 Kesimpulan
👉 Dalam kasus ini:
❌ Tidak boleh mengakhiri puasa ikut ormas tertentu
✅ Wajib tetap ikut pemerintah sampai Id
✅ Ber-Id bersama jamaah (walaupun jadi 30 hari)
🧠 Ringkasan sederhana
“Mulai ikut pemerintah → selesai juga ikut pemerintah.
Tidak boleh pindah di tengah karena akan memecah jamaah.”
Semoga ini bisa jadi jawaban yang jelas untuk keluarga.
Lanjut pertanyaan yang mirip
Bismillah. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Afwan ustad ana ada pertanyaan.
Bapak saya awal puasa ikut warga dikampung ana di sulawesi selatan yang semua penduduknya hampir 100% Ormas tertentu...pada tgl 18 februari kemaren. Menjelang akhir ramadhan bapak datang ke Bali ditempat ana. Kalo ternyata nanti idul fitri yang ditetapkan pemerintah jatuh di tanggal 21 maret, apa boleh bapak saya tetap berpuasa pada tgl 20 maret (dalam hal ini jumlah puasanya menjadi 31 hari), atau tidak lagi berpuasa pada tgl 20 maret tetapi melaksanakan sholat iednya di tgl 21 maret ustad?
UFB menjawab
Wa’alaikumussalām warahmatullāhi wabarakātuh.
Bismillāh, semoga Allah memberkahi Anda dan keluarga.
Masalah ini termasuk ikhtilaf karena perbedaan penetapan hilal, dan para ulama Salaf telah memberikan kaidah yang jelas: mengikuti jamaah di tempat kita berada.
🌙 Kaidah dasar syar’i
1. Mengikuti jamaah dalam puasa dan Id
Rasulullah ﷺ bersabda:
الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالْأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ
“Puasa adalah hari ketika kalian semua berpuasa, berbuka adalah hari ketika kalian semua berbuka, dan Idul Adha adalah hari ketika kalian berkurban.”
(HR. Tirmidzi no. 697)
➡️ Maknanya: mengikuti jamaah kaum muslimin di tempat tersebut.
2. Taat kepada pemimpin
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ
(QS An-Nisa: 59)
➡️ Termasuk dalam hal ini adalah penetapan awal dan akhir Ramadhan.
🧭 Kasus yang ditanyakan
Bapak Anda mulai puasa lebih awal (Ormas)
Lalu pindah ke daerah yang ikut pemerintah
Kemungkinan terjadi selisih sehingga:
Jika ikut pemerintah → jumlah puasa jadi 31 hari
⚖️ Apa yang harus dilakukan?
✅ Jawaban yang benar:
➡️ Beliau tetap berpuasa pada tanggal 20 Maret bersama kaum muslimin di tempatnya sekarang (mengikuti pemerintah), walaupun totalnya menjadi 31 hari.
Dan: ➡️ Shalat Id mengikuti pemerintah pada 21 Maret.
📌 Dalil & penjelasan
1. Wajib mengikuti tempat dia berada
Syaikh Ibnu Utsaimin رحمه الله berkata:
“Jika seseorang berpindah dari satu negeri ke negeri lain, maka ia mengikuti negeri tempat ia berada dalam puasa dan berbuka.”
2. Tidak boleh berbuka sendiri menyelisihi jamaah
Karena Nabi ﷺ bersabda:
الْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ
“Berbuka adalah hari ketika kalian berbuka bersama.”
➡️ Artinya: tidak boleh dia berbuka sendiri sementara masyarakat masih berpuasa.
3. Bagaimana jika jadi 31 hari?
Para ulama menjelaskan:
➡️ Tidak masalah menjadi 31 hari, karena ini akibat perbedaan mathla’ (tempat terlihatnya hilal) dan perpindahan tempat.
Yang penting:
Tidak kurang dari 29 hari
Dan tetap bersama jamaah
⚠️ Kenapa tidak boleh berhenti di 30 hari saja?
Kalau beliau tidak puasa tanggal 20 Maret:
❌ Berarti dia berbuka sendirian
❌ Menyelisihi jamaah
❌ Bertentangan dengan hadis di atas
🎯 Kesimpulan
👉 Dalam kasus ini:
Tanggal 20 Maret → tetap puasa
Tanggal 21 Maret → Id bersama pemerintah
Walaupun total jadi 31 hari → tidak masalah
🧠 Ringkasan mudah
“Ikuti tempat kita berada.
Kalau masyarakat masih puasa, kita ikut puasa.
Kalau mereka ber-Id, kita ikut Id — meskipun total hari jadi 31.”
Wallohu A'lam bish-showab
Akhukum filLah
UFB