Sikap Pasrah saat ortu sakit
6 months ago
41 views

Sikap Pasrah saat ortu sakit

[17/10, 12.53] Kunti Dr. Istri Toto Nugroho: Bismillah.

Ustadz, mohon konsul lagi.

Ibu 2 hari yg lalu melepas sendiri alat bantu nafasnya. Kondisinya sekarang semakin memburuk. Secara kesadarannya terus menurun.

Kami masih meneruskan pengobatan tp tdk memasang ventilator lagi.

Apakah ada doa khusus unt orang tua yg dlm sakit spt ini?

Kami kasihan melihat ibu.

Mohon pencerahannya.

[17/10, 12.54] Kunti Dr. Istri Toto Nugroho: Sejauh ini kami mencoba membaca al quran dan berdzikir di sebelah ibu

UFB menjawab

[18/10, 14.24] Faùzi Basulthana:

Bismillah Wa Alaykumus salam Wa Rahmatullohi Wa Barokatuhu

Ana ucapkan Barokallohu fiikum wa Jazakumullohu khairon atas pertanyaan nya... mohon maaf low respon dari saya karena posisi di Madinah sedang membimbing umroh...

Saudari penanya yang dirahmati Allah,

Alhamdulillah atas kesabaran dan keikhlasan Anda sekeluarga dalam merawat dan berbakti kepada Ibunda di masa sakitnya.

Kondisi yang beliau alami adalah ujian dari Allah Subhanahu wa Ta'ala yang mengandung hikmah dan juga kesempatan besar bagi keluarga untuk meraih pahala bakti yang tak ternilai.

Membaca Al-Qur'an dan berdzikir di sisi beliau adalah amalan yang sangat baik dan sesuai dengan tuntunan (sunnah).

Berikut adalah beberapa pencerahan dan doa-doa yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadis dengan pemahaman para ulama Salafus Shalih untuk diamalkan di sisi Ibunda:

1. Doa-doa Khusus untuk Orang Sakit Sesuai Sunnah

a. Doa Ruqyah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

Ini adalah doa yang sering dibaca oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam saat meruqyah orang sakit.

Dibaca sambil mengusap atau meletakkan tangan pada bagian tubuh yang sakit (jika memungkinkan), atau pada dahi/kepala Ibunda:

* Lafazh Doa:

{اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا}

* Transliterasi:

Allāhumma rabban-nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas-Syāfī. Lā syifā’a illā syifā’uka, syifā’an lā yughādiru saqamā.

* Artinya:

"Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit (lain)."

(HR. Bukhari no. 5742 dan Muslim no. 2191, dari Aisyah radhiyallahu 'anha)

b. Doa Memohon Kesembuhan Sebanyak Tujuh Kali

Dianjurkan dibaca sebanyak tujuh (7) kali di sisi orang yang sakit:

* Lafazh Doa:

{أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكِ}

* Transliterasi:

As'alullāhal 'Azhīma Rabbal 'Arsyil 'Azhīmi an yasyfiyaki.

* Artinya:

"Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan 'Arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu." (Ganti yasyfiyaka (laki-laki) dengan yasyfiyaki (perempuan/Ibunda)).

(HR. Abu Daud no. 3106 dan Tirmidzi no. 2083. Dinilai shahih oleh Al-Albani.

Dalam hadis disebutkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "

Barang siapa menjenguk orang sakit yang belum tiba ajalnya, lalu ia membaca doa ini sebanyak tujuh kali, niscaya Allah akan menyembuhkannya dari penyakit tersebut.")

c. Doa ketika Meletakkan Tangan pada Bagian yang Sakit

Jika ada bagian tubuh Ibunda yang terasa sakit dan Anda mengetahuinya, letakkan tangan pada bagian tersebut, lalu bacalah:

* Lafazh Doa:

" Bismillāh* " (Dengan nama Allah) sebanyak 3 kali.

* Kemudian, 7 kali membaca:

{أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ}

* Transliterasi:

A'ūdzu bi'izzatillāhi wa qudratihī min syarri mā ajidu wa uhādziru.

* Artinya:

"Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejelekan yang aku dapati dan yang aku khawatirkan."

(HR. Muslim no. 2202, dari Utsman bin Abil 'Ash radhiyallahu 'anhu)

2. Amalan dan Nasihat Tambahan

a. Mengingatkan dan Membantu Istighfar dan Syahadat

Saat kondisi beliau semakin menurun, sangat penting untuk:

* Membantu beliau untuk memperbanyak istighfar (memohon ampunan), karena sakit adalah pelebur dosa.

* Jika memungkinkan dan Ibunda masih sedikit sadar, ajarkan atau bantu beliau untuk mengucapkan kalimat Syahadat

(Lā ilāha illallāh) dengan lembut, sesuai tuntunan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam (talqin).

* Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

"Talkin-lah orang yang akan meninggal di antara kalian dengan 'Lā ilāha illallāh'." (HR. Muslim no. 917).

b. Berprasangka Baik (Husnuzhan) kepada Allah

Penting bagi keluarga dan terutama bagi Ibunda (jika masih bisa memahami) untuk husnuzhan kepada Allah Ta'ala, meyakini bahwa segala ketetapan-Nya adalah yang terbaik, dan mengharapkan ampunan serta rahmat-Nya.

* Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

"Janganlah salah seorang di antara kalian meninggal dunia melainkan dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah Ta'ala." (HR. Muslim no. 2877).

c. Memperbanyak Doa

Rabbana Ātina Fid Dunya...

Memohon kebaikan dunia dan akhirat adalah amalan yang disunnahkan secara umum:

**Lafazh Doa*

(QS. Al-Baqarah: 201):

{رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ}

* Transliterasi:

Rabbanā ātinā fid-dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā 'adzāban-nār.

* Artinya:

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka."

d. Ridha dan Sabar

Keluarga harus senantiasa sabar dan ridha terhadap takdir Allah. Kasih sayang dan keprihatinan yang Anda rasakan adalah wajar, namun jadikan itu sebagai dorongan untuk terus berbakti dan berdoa, menyerahkan urusan kesembuhan atau wafatnya beliau kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sakit yang parah bisa jadi adalah cara Allah untuk mengangkat derajat beliau dan menghapus dosa-dosanya.

e. Mengenai Pelepasan Ventilator

Keputusan untuk tidak memasang ventilator lagi setelah beliau melepasnya, dan melanjutkan pengobatan, adalah bagian dari ikhtiar medis.

Dalam kondisi kritis, ulama kontemporer sepakat bahwa tidak ada kewajiban untuk memperpanjang kehidupan dengan alat bantu semata jika secara medis sudah tidak ada harapan kesembuhan, namun harus tetap didasari oleh konsultasi medis yang ahli.

Yang terpenting, semangat untuk ridha kepada takdir dan terus berbakti hingga akhir hayat beliau harus dipertahankan.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menerima semua amalan bakti dan doa Anda, mengangkat penyakit Ibunda, mengampuni dosa-dosanya, dan memberikan kesudahan yang baik (husnul khātimah) bagi beliau. Aamiin.

Wallohu A'lam bish-showab

Allohul musta'an wa alayhi tiklan

Akhukum filLah

Ustadz Fauzi Basulthana

Masjid Nabawi,

Sabtu 26 Rabiul Akhir 1447 atau 18 Oktober 2025

0 Comments

Login untuk memberikan komentar positif
Belum ada komentar
Artikel Terbaru Fauzi Basulthana