Siroh singkat Nabi (Part 1): Peristiwa-Peristiwa Penting Sebelum Nabi Muhammad ﷺ Diutus Menjadi Rasul dan Pelajaran yang Dapat Diambil
(Berdasarkan Al-Qur'an, hadis-hadis shahih, dan pemahaman para ulama Salaf)
Muqaddimah
Sirah Nabi Muhammad ﷺ tidak dimulai sejak turunnya wahyu di Gua Hira, tetapi jauh sebelumnya. Allah ﷻ telah mempersiapkan beliau sejak lahir bahkan sebelum kelahirannya agar menjadi manusia paling mulia dan teladan bagi seluruh umat.
Allah ﷻ berfirman:
﴿لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ﴾
"Sungguh pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagi kalian." (QS. Al-Ahzab: 21)
1. Kondisi Dunia Sebelum Kenabian (Jahiliyyah)
Sebelum Nabi ﷺ diutus, dunia berada dalam masa yang dikenal sebagai Jahiliyyah.
Allah berfirman:
﴿هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ...﴾
"Dialah yang mengutus kepada kaum yang ummi seorang Rasul dari kalangan mereka...." (QS. Al-Jumu'ah: 2)
Keadaan saat itu:
Penyembahan berhala.
Syirik merajalela.
Perzinaan dianggap biasa.
Riba tersebar.
Perang antarsuku berlangsung puluhan tahun.
Bayi perempuan dikubur hidup-hidup.
Minuman keras menjadi budaya.
Pelajaran
Dakwah para nabi selalu datang ketika manusia berada dalam kerusakan.
Tauhid adalah kebutuhan terbesar manusia.
2. Tahun Gajah (عام الفيل)
Pada tahun kelahiran Nabi ﷺ, menyerang Ka'bah dengan pasukan gajah.
Allah mengabadikannya dalam QS. :
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ ...
Allah menghancurkan pasukan tersebut dengan burung yang melempar batu dari tanah yang terbakar.
Pelajaran
Allah menjaga Ka'bah.
Pertolongan Allah datang tanpa harus melalui sebab yang biasa.
Kelahiran Nabi ﷺ terjadi pada tahun yang penuh tanda kekuasaan Allah.
3. Kelahiran Nabi ﷺ
Mayoritas ulama sepakat beliau lahir pada Tahun Gajah, sedangkan tanggal 12 Rabi'ul Awwal adalah pendapat yang masyhur, namun bukan yang paling pasti. Sejumlah ulama seperti dan menjelaskan bahwa tanggal pastinya tidak dapat dipastikan berdasarkan riwayat yang shahih.
Pelajaran
Tidak semua detail sejarah diketahui secara pasti.
Seorang muslim mengikuti dalil, bukan sekadar pendapat yang populer.
4. Menjadi Anak Yatim
Ayah beliau, Abdullah bin Abdul Muththalib, wafat sebelum beliau lahir.
Allah berfirman:
﴿أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَى﴾
"Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?" (QS. Ad-Dhuha: 6)
Pelajaran
Kemuliaan tidak bergantung pada status keluarga.
Allah menjaga hamba-hamba pilihan-Nya.
5. Diasuh di Perkampungan Bani Sa'd
Beliau disusui oleh . Halimah bantu Abi Dzu'aib As-Sa'diyah
Selama bersama Halimah terjadi banyak keberkahan pada keluarga tersebut.
Pelajaran
Keberkahan mengikuti orang-orang shalih.
Lingkungan yang baik membentuk kepribadian.
6. Peristiwa Pembelahan Dada
Ketika masih kecil, malaikat Jibril alayhis salam membelah dada Nabi ﷺ lalu membersihkan hatinya.
Hadis shahih menyebutkan:
فَاسْتَخْرَجَ الْقَلْبَ فَاسْتَخْرَجَ مِنْهُ عَلَقَةً...
(HR. )
Pelajaran
Allah mempersiapkan Rasul-Nya dengan penyucian lahir dan batin.
Kebersihan hati adalah dasar dakwah.
7. Wafatnya Ibu
Ibunda beliau, Aminah bintu Wahb wafat ketika beliau berusia sekitar enam tahun.
Pelajaran
Ujian datang sejak kecil.
Kesabaran mengangkat derajat seorang mukmin.
8. Diasuh Kakek dan Paman
Beliau diasuh oleh , kakeknya Abdul Muththolib, kemudian oleh pamannya Abu Thalib setelah kakeknya wafat.
Pelajaran
Pentingnya tanggung jawab keluarga terhadap anak yatim.
Berbuat baik kepada kerabat memiliki nilai yang besar.
9. Menggembala Kambing
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا بَعَثَ اللَّهُ نَبِيًّا إِلَّا رَعَى الْغَنَمَ
"Tidaklah Allah mengutus seorang nabi melainkan pernah menggembala kambing." (HR. )
Pelajaran
Melatih kesabaran.
Melatih kepemimpinan.
Melatih tanggung jawab.
Melatih kelembutan.
10. Mengikuti Perjalanan Dagang ke Syam
Beliau ikut berdagang bersama pamannya menuju negeri Syam.
Pelajaran
Wawasan diperoleh melalui perjalanan.
Kejujuran adalah modal utama dalam muamalah.
11. Perang Fijar
Ketika masih muda beliau pernah membantu paman-pamannya dalam Perang Fijar, tetapi tidak ikut bertempur secara langsung.
Pelajaran
Islam datang untuk menghapus peperangan yang didorong fanatisme ('ashabiyyah).
Keberanian harus disertai keadilan.
12. Hilf al-Fudhul (Perjanjian Membela Orang yang Dizalimi)
Beliau ikut dalam perjanjian antarsuku untuk menolong orang yang dizalimi.
Beliau bersabda setelah diangkat menjadi Rasul:
"Seandainya aku diajak menghadirinya setelah Islam, niscaya aku akan memenuhinya." (Diriwayatkan dalam kitab-kitab sirah dengan sanad yang dinilai hasan oleh sebagian ulama.)
Pelajaran
Islam mendukung keadilan.
Menolong orang yang dizalimi merupakan akhlak yang mulia.
13. Berdagang untuk Khadijah binti Khuwailid
Beliau terkenal dengan kejujuran sehingga dipercaya membawa perdagangan Khadijah.
Pelajaran
Amanah mendatangkan kepercayaan.
Rezeki yang halal diperoleh dengan kejujuran.
14. Menikah dengan Khadijah
Pada usia sekitar 25 tahun beliau menikahi Khadijah yang dikenal sebagai wanita mulia, berakhlak baik, dan mendukung dakwah beliau sepenuhnya setelah kenabian.
Pelajaran
Pilih pasangan karena agama dan akhlaknya.
Rumah tangga yang saleh menjadi penopang dakwah.
15. Mendapat Gelar Al-Amin
Seluruh penduduk Makkah mengenal beliau dengan julukan Al-Amīn (orang yang terpercaya).
Pelajaran
Dakwah yang kuat didukung oleh reputasi yang baik.
Kejujuran adalah modal seorang da'i.
16. Peletakan Hajar Aswad
Saat Ka'bah direnovasi, terjadi perselisihan antarsuku mengenai siapa yang berhak meletakkan . Nabi ﷺ menyelesaikannya dengan cara yang adil sehingga semua suku merasa dihormati.
Pelajaran
Seorang pemimpin menyelesaikan konflik dengan hikmah.
Musyawarah dan keadilan menghindarkan perpecahan.
17. Berkhalwat di Gua Hira
Menjelang usia 40 tahun beliau sering menyendiri di untuk beribadah kepada Allah dan menjauhi kemusyrikan masyarakat.
Pelajaran
Pentingnya muhasabah.
Menjauh dari kemaksiatan untuk menjaga hati.
Persiapan ruhani mendahului tugas besar.
Kesimpulan
Peristiwa-peristiwa sebelum kenabian menunjukkan bahwa Allah telah mendidik dan mempersiapkan Rasulullah ﷺ melalui berbagai ujian, pengalaman, dan kemuliaan akhlak. Di antara pelajaran besarnya adalah:
Tauhid adalah fondasi kehidupan.
Kesabaran dibangun melalui ujian.
Amanah dan kejujuran menjadi modal utama dakwah.
Kepemimpinan lahir dari latihan tanggung jawab.
Keadilan dan kasih sayang harus mendahului kekuasaan.
Lingkungan yang baik membentuk karakter.
Persiapan ruhani sangat penting sebelum memikul amanah besar.
Allah menyiapkan para pemimpin umat secara bertahap sebelum mereka mengemban tugas besar.
Materi ini sangat sesuai dijadikan pengantar dalam mata kuliah Sejarah Peradaban dan Kebudayaan Islam (SPKI), karena memberikan gambaran tentang pembentukan karakter Rasulullah ﷺ sebelum dimulainya fase kenabian dan dakwah Islam.
Wallohu A'lam bish-showab
Akhukum filLah
Ustadz Fauzi Basulthana