Kajian Siroh singkat 2: Peristiwa-Peristiwa Penting Setelah Nabi Muhammad ﷺ Diutus Menjadi Rasul dan Pelajaran Peradaban Islam
(Berdasarkan Al-Qur'an, hadis-hadis shahih, dan pemahaman para ulama Salaf)
Sejarah Rasulullah ﷺ setelah diangkat menjadi Rasul bukan sekadar rangkaian peristiwa, tetapi merupakan proses lahirnya Peradaban Islam (الحضارة الإسلامية) yang dibangun di atas tauhid, ilmu, akhlak, keadilan, dan syariat. Inilah yang menjadi dasar budaya kaum muslimin, bukan budaya yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Allah Ta'ala berfirman:
﴿هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ﴾
"Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya atas seluruh agama." (QS. At-Taubah: 33)
A. FASE MAKKAH (13 Tahun)
Tujuan utama fase ini adalah membangun akidah dan karakter.
1. Turunnya Wahyu Pertama (610 M)
Di turun lima ayat pertama dari .
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ...
Pelajaran Peradaban
Peradaban Islam dimulai dengan ilmu, bukan kekuasaan.
Membaca dan belajar menjadi budaya umat.
2. Dakwah Sirriyah (Sembunyi-sembunyi) selama sekitar 3 tahun
Rasulullah ﷺ membina para sahabat di rumah Al-Arqam bin Abi Al-Arqam.
Pelajaran
Tarbiyah mendahului banyaknya pengikut.
Kualitas lebih utama daripada kuantitas.
Pendidikan menjadi fondasi peradaban.
3. Orang-orang Pertama Masuk Islam
Wanita: Khadijah binti Khuwailid
Anak-anak: Ali bin Abi Thalib
Laki-laki merdeka: Abu Bakar Ash-Shiddiq
Budak: Zaid bin Haritsah dan Bilal bin Rabah
Pelajaran
Islam menghapus perbedaan kelas sosial.
Kemuliaan diukur dengan takwa.
4. Dakwah Terang-terangan
Turun firman Allah:
﴿فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ﴾
"Sampaikanlah secara terang-terangan apa yang diperintahkan kepadamu." (QS. Al-Hijr: 94)
Pelajaran
Keberanian menyampaikan kebenaran.
Dakwah dilakukan dengan hikmah dan kesabaran.
5. Siksaan terhadap Kaum Muslimin
Contohnya keluarga Yasir bin Amir, Sumayyah binti Khayyat, dan Ammar bin Yasir.
Pelajaran
Kesabaran adalah harga sebuah perjuangan.
Aqidah lebih mahal daripada dunia.
6. Hijrah ke Habasyah
Sebagian sahabat hijrah ke Ethiopia karena di sana ada raja yang adil, An-Najasyi.
Pelajaran
Boleh mencari negeri yang aman untuk menjaga agama.
Keadilan dihargai dalam Islam.
7. Pemboikotan Bani Hasyim
Kaum Quraisy memboikot Rasulullah ﷺ dan keluarganya selama sekitar tiga tahun.
Pelajaran
Kesabaran kolektif.
Persatuan keluarga dalam membela kebenaran.
8. Tahun Kesedihan ('Am al-Huzn)
Wafatnya Khadijah binti Khuwailid dan Abu Thalib.
Pelajaran
Dakwah tidak lepas dari ujian.
Keteguhan tidak bergantung pada kenyamanan.
9. Isra' dan Mi'raj
Allah berfirman:
﴿سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا...﴾
(QS. Al-Isra': 1)
Pelajaran
Shalat adalah hadiah terbesar.
Pertolongan Allah datang setelah kesulitan.
10. Bai'at Aqabah
Penduduk Madinah berbaiat kepada Rasulullah ﷺ.
Pelajaran
Kepemimpinan dibangun di atas komitmen.
Dakwah memerlukan kerja sama.
11. Hijrah ke Madinah (622 M)
Awal penanggalan Hijriyah dihitung dari peristiwa hijrah.
Pelajaran
Berkorban demi agama.
Memulai masyarakat baru dengan iman.
B. FASE MADINAH (10 Tahun)
Tujuan utama fase ini adalah membangun masyarakat dan negara Islam.
1. Membangun Masjid Nabawi
Masjid menjadi pusat:
Ibadah
Pendidikan
Musyawarah
Pengadilan
Pembinaan masyarakat
Pelajaran
Masjid adalah pusat peradaban Islam.
2. Mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar
Rasulullah ﷺ mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar.
Pelajaran
Persatuan mengalahkan fanatisme.
Ukhuwah adalah fondasi masyarakat Islam.
3. Piagam Madinah
Perjanjian yang mengatur hubungan antarpenduduk Madinah.
Pelajaran
Keadilan.
Tanggung jawab sosial.
Menjaga keamanan bersama sesuai syariat.
4. Pensyariatan Zakat
Pelajaran
Kepedulian sosial.
Mengurangi kemiskinan.
Pemerataan ekonomi.
5. Pensyariatan Puasa Ramadhan
Pelajaran
Pendidikan jiwa.
Disiplin.
Kesabaran.
6. Perubahan Kiblat
Dari menuju Masjid Al-Aqsa menuju Ka'bah
Pelajaran
Taat kepada Allah tanpa ragu.
Identitas umat Islam yang mandiri.
7. Perang Badar (2 H)
Pelajaran
Pertolongan Allah datang melalui iman dan tawakal.
Kemenangan tidak ditentukan oleh jumlah.
8. Perang Uhud (3 H)
Pelajaran
Bahaya melanggar perintah Rasul.
Pentingnya disiplin.
9. Perang Khandaq (5 H)
Pelajaran
Pentingnya musyawarah.
Mengambil strategi yang dibolehkan syariat.
Kesabaran menghadapi krisis.
10. Perjanjian Hudaibiyah (6 H)
Pelajaran
Perdamaian kadang lebih besar manfaatnya daripada peperangan.
Berpikir jauh ke depan.
11. Penaklukan Khaibar (7 H)
Pelajaran
Keberanian.
Keadilan dalam peperangan.
Menjaga perjanjian.
12. Surat Dakwah kepada Raja-raja
Rasulullah ﷺ mengirim surat kepada para penguasa dunia.
Pelajaran
Islam bersifat universal.
Dakwah dilakukan dengan hikmah dan adab.
13. Fathu Makkah (8 H)
Rasulullah ﷺ memasuki Makkah dengan penuh kerendahan hati dan memberikan amnesti kepada banyak musuhnya.
Pelajaran
Memaafkan ketika mampu membalas.
Kemenangan sejati tidak melahirkan kesombongan.
14. Perang Hunain (8 H)
Pelajaran
Jangan bergantung pada jumlah pasukan.
Tawakal kepada Allah.
15. Perang Tabuk (9 H)
Pelajaran
Pengorbanan harta dan jiwa.
Keikhlasan dalam berjihad.
Bahaya kemunafikan.
16. Tahun Delegasi (9 H)
Banyak kabilah datang menyatakan masuk Islam.
Pelajaran
Akhlak mulia menarik manusia kepada Islam.
Dakwah yang istiqamah membuahkan hasil.
17. Haji Wada' (10 H)
Khutbah beliau menegaskan:
Larangan menumpahkan darah tanpa hak.
Larangan riba.
Menjaga hak perempuan.
Berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah.
Persaudaraan kaum muslimin.
Di antara sabda beliau:
تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا: كِتَابَ اللَّهِ
"Aku tinggalkan kepada kalian Kitab Allah; jika kalian berpegang teguh kepadanya, kalian tidak akan sesat."
Nilai-Nilai Peradaban Islam yang Dibangun Rasulullah ﷺ
Dari seluruh peristiwa di atas, lahirlah budaya Islam yang mulia, yaitu:
Budaya tauhid: memurnikan ibadah hanya kepada Allah.
Budaya ilmu: membaca, belajar, mengajar, dan menuntut ilmu.
Budaya akhlak: jujur, amanah, santun, dan pemaaf.
Budaya ukhuwah: persaudaraan di atas iman, bukan suku atau ras.
Budaya musyawarah dalam mengambil keputusan.
Budaya keadilan dalam hukum dan muamalah.
Budaya kepedulian sosial melalui zakat, sedekah, dan infak.
Budaya disiplin dan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Budaya kerja keras dan profesionalisme dalam berdagang, bertani, dan mengelola amanah.
Budaya menjaga hak perempuan, anak-anak, dan kaum lemah.
Budaya perdamaian, namun tetap siap membela agama ketika diserang.
Budaya dakwah dengan hikmah, kelembutan, dan kesabaran.
Budaya memaafkan ketika memiliki kekuatan, sebagaimana dicontohkan pada Fathu Makkah.
Budaya persatuan umat, menjauhi fanatisme golongan dan perpecahan.
Budaya istiqamah, karena perubahan peradaban tidak dibangun secara instan, tetapi melalui pendidikan, kesabaran, dan ketaatan kepada wahyu.
Inilah fondasi peradaban Islam yang dibangun Rasulullah ﷺ di Makkah dan Madinah, dan yang dipahami serta diteruskan oleh para sahabat dan generasi Salafus Shalih sebagai teladan sepanjang zaman.
Wallohu A'lam bish-showab
Akhukum filLah
Ustadz Fauzi Basulthana