Sebesar apapun ia berbuat dosa kepada Allah, jika ia masih memiliki keimanan maka ada kebaikan yang ia dapatkan.
Bukan hanya untuk dirinya tapi untuk orang disekitarnya akan merasakan kebaikannya.
Lantas, kenapa ia masih terjatuh dalam kemaksiatan ? Jawabannya adalah: karena ada iman yang belum dikuatkan. Itu, karena sejatinya manusia diciptakan dari sebuah kelemahan.
Walaupun seperti itu, ada kebaikan dalam dirinya.
Maka, ketika seorang wanita pezina meminta dirajam. Lalu, Rasulullah meminta agar menunggu sampai janin yang dikandungnya lahir.
Setelah ia melahirkannya, maka hukum rajam pun ditegakkan untuknya. Kemudian Rasulullah menshalatkan jenazahnya.
Umar berkata, "Mengapa engkau menshalatkan jenazah yang telah berbuat zina?" Rasulullah menjawab, "Sesungguhnya ia telah bertobat, dan pahala tobatnya itu cukup untuk dibagikan kepada tujuh puluh orang penduduk Madinah. Lantas, adakah engkau menemukan yang lebih baik dari kerelaan menyerahkan jiwanya kepada Allah?" (Shahih) ( Ibnu Majah (2555), Muslim )
Itulah, kalau bukan karena Allah berikan anugerah sebesar ini, adakah ia mau memberanikan diri demi kebaikan akhiratnya ?
Itulah iman, Allah titipkan kepada kita sebagai penguat dalam diri kita yang lemah ini.