Zakat Maal dan bebaskan Hutang
2 months ago
33 views

Zakat Maal dan bantu lunasi hutang saudara

Assalamualaikum ustadz... Ijin saya bertanya lagi masih mengenai zakat maal... Sbb :

Misalnya harta saya sudah mencukupi u zakat maal... Ada sepupu berhutang pada saya, boleh saya membebaskan hutangnya itu sbg zakat maal saya?

Mohon pencerahannya lagi nggih pak Ustadz... Terima kasih 🙏🙏🙏

Mrn Dps, 20260222

Wa’alaikumussalām warahmatullāhi wabarakātuh.
MasyaAllah, pertanyaannya sangat bagus dan sering terjadi di tengah masyarakat. Kita jawab pelan-pelan sesuai Al-Qur’an, Sunnah, dan pemahaman Salafus Shāliḥ ya.

Inti Pertanyaan

Bolehkah membebaskan hutang sepupu yang berhutang kepada kita, lalu diniatkan sebagai zakat māl?

Jawaban Singkat

Tidak boleh menurut jumhur (mayoritas) ulama Salaf, jika hutang itu hanya digugurkan, tanpa ada penyerahan zakat terlebih dahulu.
Namun ada cara yang dibolehkan, insyaAllah (akan dijelaskan di akhir).

Dalil Al-Qur’an

Allah Ta‘ālā berfirman tentang golongan penerima zakat:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ ... وَالْغَارِمِينَ

“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, … dan orang-orang yang berhutang (gharimīn).”
(QS. At-Taubah: 60)

➡️ Orang berhutang termasuk mustahiq zakat, jika ia tidak mampu membayar.

Namun… Kenapa Tidak Boleh Langsung Menghapus Hutang?

Karena zakat harus berupa tamlīk (memindahkan kepemilikan harta zakat kepada mustahiq).

Kaidah penting dalam zakat:

الزكاة تَشْتَرِطُ التَّمْلِيكَ
“Zakat disyaratkan adanya pemindahan kepemilikan.”

Menghapus hutang tidak dianggap tamlīk, karena:

  • Tidak ada harta yang berpindah

  • Yang ada hanya menggugurkan hak pribadi si pemberi hutang

Penjelasan Ulama Salaf

Ibnu Qudāmah rahimahullāh berkata:

وَإِذَا كَانَ لَهُ دَيْنٌ عَلَى فَقِيرٍ فَأَسْقَطَهُ عَنْهُ لَمْ يَجْزِئْهُ عَنْ زَكَاتِهِ

“Jika seseorang memiliki piutang kepada orang fakir lalu ia menggugurkan hutangnya, maka hal itu tidak sah sebagai zakat.”
(Al-Mughnī, 2/280)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullāh:

إسقاطُ الدَّيْنِ لَيْسَ تَمْلِيكًا

“Menggugurkan hutang bukanlah bentuk pemindahan kepemilikan.”

Hadits yang Menunjukkan Zakat Harus Diberikan

Rasulullah ﷺ bersabda:

تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ

“Zakat diambil dari orang-orang kaya mereka dan diberikan kepada orang-orang fakir mereka.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

➡️ “Diberikan” (تُرَدّ) menunjukkan adanya penyerahan nyata.

Cara yang DIBOLEHKAN (Solusi Syar‘i)

Ada dua cara halal dan sah:

1️⃣ Cara Paling Aman

  • Anda memberikan zakat secara tunai kepada sepupu tersebut (jika ia memang fakir/gharim)

  • Setelah zakat itu menjadi hak miliknya,
    ia bebas menggunakan uang itu untuk membayar hutangnya kepada Anda

✔️ Ini sah menurut ijma’ ulama

2️⃣ Pendapat Ulama yang Membolehkan (dengan Syarat Ketat)

Sebagian ulama (pendapat minoritas) membolehkan jika:

  • Sepupu tersebut benar-benar tidak mampu

  • Hutangnya jatuh tempo

  • Diniatkan zakat untuk melunasi hutangnya, bukan sekadar menggugurkan piutang

  • Bukan untuk menguntungkan diri sendiri

Namun: ➡️ Pendapat jumhur lebih kuat dan lebih aman
➡️ Dianjurkan menghindari pendapat ini kecuali darurat

Kesimpulan Akhir

🔴 Tidak sah zakat māl jika hanya menghapus hutang
Sah dan aman jika:

  • Zakat diberikan dulu

  • Baru kemudian hutang dibayar

Semoga Allah memberkahi harta Bapak/Ibu, menjadikannya zakat yang bersih dan diterima, serta memberi kelapangan rezeki kepada kita semua.

Wallohu A'lam bish-showab 🌿

Akhukum filLah

UFB

1 Comments

Login untuk memberikan komentar positif
Belum ada komentar
Artikel Terbaru Fauzi Basulthana