Zakat Maal setiap Bulan??
Bismillah ...Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barokatuhu ...Afwan Ustadzy... ahsanallohu ilaykum, ada titipan pertanyaan...;
Apa boleh zaakat Maal dikeluarkan tiap bulan?
Berarti hitungannya dari tiap bulan penghasilan ya
HDM, Dps 20260612
UFB menjawab
Jawaban:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Pertanyaan ini perlu dirinci terlebih dahulu antara zakat mal (zakat harta yang telah mencapai nishab dan haul) dengan zakat penghasilan (gaji atau pendapatan).
Pertama: Hukum Mengeluarkan Zakat Mal Setiap Bulan
Pada asalnya, zakat mal wajib dikeluarkan apabila telah terpenuhi dua syarat:
Harta mencapai nishab.
Berlalu satu haul (satu tahun hijriyah).
Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala:
﴿خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا﴾
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (QS. At-Taubah: 103)
Dan dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:
﴿لَيْسَ فِي مَالٍ زَكَاةٌ حَتَّى يَحُولَ عَلَيْهِ الْحَوْلُ﴾
"Tidak ada kewajiban zakat pada suatu harta sampai berlalu atasnya satu haul (satu tahun)." (HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh sebagian ulama)
Karena itu, yang sesuai sunnah adalah menghitung harta yang telah mencapai nishab, lalu setelah genap satu tahun hijriyah dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5%.
Kedua: Bolehkah Dibayar Setiap Bulan?
Boleh, apabila itu dimaksudkan sebagai ta'jîluz zakah (menyegerakan pembayaran zakat sebelum jatuh tempo) untuk memudahkan perhitungan.
Misalnya:
Total harta yang wajib dizakati diperkirakan Rp120 juta.
Zakat setahun sekitar Rp3 juta.
Kemudian dibayar dicicil Rp250 ribu setiap bulan.
Ini diperbolehkan menurut banyak ulama karena termasuk mendahulukan pembayaran zakat.
Diriwayatkan:
أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ تَعَجَّلَ مِنَ الْعَبَّاسِ صَدَقَةَ سَنَتَيْنِ
"Nabi ﷺ pernah mengambil zakat Al-'Abbas untuk dua tahun sekaligus lebih dahulu."
(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi; dihasankan oleh sebagian ulama)
Ketiga: Apakah Perhitungannya Dari Penghasilan Setiap Bulan?
Tidak selalu.
Yang menjadi patokan zakat mal bukan sekadar penghasilan bulanan, tetapi jumlah harta yang tersimpan dan dimiliki setelah mencapai nishab.
Contoh:
Seseorang bergaji Rp10 juta per bulan.
Penghasilannya habis untuk kebutuhan hidup sehingga tidak tersisa harta mencapai nishab.
Maka tidak wajib zakat mal.
Sebaliknya:
Jika tabungan, emas, atau uang yang dimiliki telah mencapai nishab dan bertahan selama satu haul,
Maka wajib dikeluarkan zakatnya 2,5%.
Kesimpulan
Zakat mal pada asalnya dibayar setelah mencapai nishab dan berlalu satu haul (1 tahun hijriyah).
Boleh mengeluarkannya setiap bulan sebagai pembayaran di muka (ta'jîluz zakah) untuk memudahkan.
Perhitungannya bukan dari penghasilan bulanan semata, tetapi dari harta yang dimiliki dan telah mencapai nishab.
Jika penghasilan langsung habis untuk kebutuhan dan tidak terkumpul mencapai nishab, maka tidak ada kewajiban zakat mal.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Semoga Allah memberikan keberkahan pada harta kaum muslimin dan menjadikannya sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Barakallahu fiikum.
Akhukum filLah
UFB